Merawat Ingatan, Menghidupkan Nilai Penghormatan dan Jati Diri Leluhur Adat Tolaki - https://kroscek.co.id/

Merawat Ingatan, Menghidupkan Nilai Penghormatan dan Jati Diri Leluhur Adat Tolaki

- Redaksi

Senin, 15 Juni 2026 - 08:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forum Pemuda Adat Tolaki (FORDATI) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Forum Pemuda Adat Tolaki (FORDATI) Sulawesi Tenggara (Sultra).

KONAWE, KROSCEK.CO.ID – Modernisasi yang terus bergerak tanpa henti, sekelompok pemuda bersama tokoh masyarakat Tolaki memilih menapaki jalan yang berbeda. Mereka kembali menengok akar sejarah, merawat ingatan, dan meneguhkan identitas budaya melalui sebuah tradisi yang sarat makna.

Forum Pemuda Adat Tolaki (FORDATI) Sulawesi Tenggara (Sultra), bersama sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati budaya menggelar kegiatan ziarah makam serta penggantian kain batu nisan pada sejumlah makam tokoh penting dalam sejarah dan perjalanan adat Tolaki.

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat, penuh penghormatan, sekaligus menjadi refleksi mendalam tentang pentingnya menjaga warisan leluhur di tengah perubahan zaman.

Bagi masyarakat Tolaki, para pendahulu bukan sekadar bagian dari catatan sejarah. Mereka adalah penjaga nilai, penuntun peradaban, dan simbol kearifan yang telah membentuk karakter masyarakat hingga saat ini.

Dalam kegiatan tersebut, FORDATI Sultra melakukan ziarah ke sejumlah makam tokoh yang memiliki posisi penting dalam sejarah dan adat Tolaki, yakni Makam Raja Lakidende Sangia Ngginoburu, Makam Pue Kalenggo, Makam Karaeng Watukila Ndariala, Makam Tohamba Bin Mokole Maranai, serta Makam Pue Tainoa Watuanggotoa.

Setiap lokasi menjadi ruang penghormatan yang tidak hanya menghadirkan doa-doa bagi para leluhur, tetapi juga menjadi pengingat akan perjalanan panjang sejarah yang telah diwariskan kepada generasi masa kini.

Menghidupkan Nilai, Bukan Sekadar Mengenang!
Forum Pemuda Adat Tolaki (FORDATI) Sulawesi Tenggara (Sultra), bersama sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati budaya menggelar kegiatan ziarah makam serta penggantian kain batu nisan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pemerhati budaya, diantaranya H. Dedet Ilnari Yusta, SE., MA., M.IN.CD, Ilmarsyah Agus Sudoyo Dongge, S.Hut, Ajemain Suruambo, S.Sos., M.Si, Sarman Fidel, serta anggota Forum Pemuda Adat Tolaki (FORDATI).

Prosesi diawali dengan doa bersama yang dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.

Selanjutnya, para peserta melakukan pembersihan area makam dan penggantian kain batu nisan, sebuah simbol penghargaan yang telah menjadi bagian dari tradisi penghormatan dalam budaya Tolaki.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan sesuai tata cara adat yang diwariskan secara turun-temurun. Tidak ada yang dilakukan secara serampangan.

Setiap tahapan memiliki makna, nilai, dan filosofi yang mencerminkan hubungan erat antara masyarakat Tolaki dengan sejarah leluhurnya.

Lebih dari sekadar ritual, kegiatan ini menjadi upaya nyata untuk menghidupkan kembali kesadaran sejarah di kalangan generasi muda.

Tantangan globalisasi yang kerap menggerus nilai-nilai lokal, para peserta menegaskan bahwa menjaga budaya bukanlah pilihan, melainkan tanggung jawab bersama.

Menurut FORDATI Sultra, pelestarian adat dan penghormatan terhadap para leluhur merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan identitas masyarakat Tolaki agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Salah satu tokoh yang hadir, Ajemain Suruambo, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa kegiatan ziarah adat memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar mengunjungi makam para pendahulu.

“Melalui ziarah makam dan pelaksanaan tradisi adat ini, kita menjaga hubungan batin dengan para pendahulu sekaligus merawat warisan budaya Tolaki agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan filosofi mendalam yang selama ini hidup dalam masyarakat Tolaki, yakni bahwa hubungan dengan leluhur tidak terputus oleh ruang dan waktu. Nilai-nilai yang mereka wariskan tetap menjadi pijakan moral bagi generasi penerus.

Merawat Sejarah, Menguatkan Generasi Muda

Bagi FORDATI, kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan budaya yang sangat penting. Di tengah generasi muda yang semakin akrab dengan teknologi dan budaya global, pengenalan terhadap sejarah lokal menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

Melalui kegiatan ziarah adat, para pemuda diajak untuk mengenal tokoh-tokoh besar Tolaki, memahami perjuangan mereka, serta meneladani nilai-nilai kepemimpinan, persatuan, dan penghormatan terhadap adat istiadat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah mempererat kebersamaan, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah yang menjadi identitas masyarakat Tolaki.

FORDATI berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga warisan budaya yang telah dijaga selama berabad-abad tetap lestari dan mampu diwariskan kepada generasi berikutnya.

Saat doa-doa terakhir dipanjatkan dan penghormatan penutup diberikan kepada para leluhur, suasana hening menyelimuti seluruh peserta. Dibalik kesederhanaan prosesi tersebut, tersimpan pesan besar bahwa sebuah peradaban akan tetap kokoh selama masyarakatnya tidak melupakan akar sejarahnya.

Ditanah Tolaki, penghormatan kepada leluhur bukan sekadar tradisi. Ia adalah ikhtiar menjaga jati diri, merawat ingatan kolektif, dan memastikan bahwa jejak para pendahulu tetap hidup dalam langkah generasi masa depan.***


Laporan: Muh. Sahrul

Follow WhatsApp Channel kroscek.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Renang Muda Konawe Utara Ardina Nurul Fauziah Borong 4 Emas dan 2 Perak di Akuatik Sprint Challenge 2026
UMKM Naik Kelas, PT MLP melalui Program SEHATI Dorong Produk Lokal Tembus Ritel Modern
LIRA Sultra Desak Gakkum LLAJ Tindak Tegas Truk ODOL PT St. Nickel Resources
Angin Segar! Pelepasan Kawasan Hutan di Konut, Muhardin: Kepastian Hak Masyarakat Harus Dituntaskan
Penurunan Status Kawasan Hutan di Konut untuk Desa dan Transmigrasi Ditargetkan Terealisasi 2026
Temui Ridwan Bae dan Ahmad Safei, DPRD Konawe Utara Kawal Aspirasi Infrastruktur di tingkat Pusat
PP GPI Apresiasi Evaluasi Pimpinan Badan Gizi Nasional oleh Presiden Prabowo
PT MLP dan PT KES Raih Penghargaan Komitmen Pemberdayaan Masyarakat Konawe Utara

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:29 WITA

Atlet Renang Muda Konawe Utara Ardina Nurul Fauziah Borong 4 Emas dan 2 Perak di Akuatik Sprint Challenge 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:37 WITA

UMKM Naik Kelas, PT MLP melalui Program SEHATI Dorong Produk Lokal Tembus Ritel Modern

Senin, 15 Juni 2026 - 08:57 WITA

Merawat Ingatan, Menghidupkan Nilai Penghormatan dan Jati Diri Leluhur Adat Tolaki

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:20 WITA

Angin Segar! Pelepasan Kawasan Hutan di Konut, Muhardin: Kepastian Hak Masyarakat Harus Dituntaskan

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:42 WITA

Penurunan Status Kawasan Hutan di Konut untuk Desa dan Transmigrasi Ditargetkan Terealisasi 2026

Berita Terbaru

error: Dilarang Copy Paste!