KONAWE UTARA, KROSCEK.CO.ID – Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Konawe Utara untuk meneguhkan kembali komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi pembangunan daerah.
Pesan itu disampaikan Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H., M.H., saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Konawe Utara, Senin (1/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ikbar menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh dipandang hanya sebagai hafalan yang diucapkan saat upacara atau materi pelajaran yang dipelajari di bangku sekolah.

Lebih dari itu, Pancasila harus menjadi pedoman hidup yang diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membangun masyarakat yang maju, harmonis, dan berdaya saing.
“Pancasila bukan sekadar hafalan, tetapi jalan yang menuntun kita menuju Konawe Utara yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah,” ujar Ikbar.
Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., Ketua DPRD Konawe Utara, Herman Sewani, S.H., Ketua TP PKK Konawe Utara, Hj. Wisra Wastawati Ikbar, S.Tr.Keb., M.Kes., Wakil Ketua TP PKK, Hj. Sarlina Abuhaera, S.Pd., M.M., Sekretaris Daerah, Dr. Safruddin, S.Pd., M.Pd., unsur Forkopimda, para kepala OPD, ASN, PPPK, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Konawe Utara.
Saat membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Ikbar mengingatkan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai luhur bangsa tetap hidup di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

Menurutnya, tema Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, mengandung pesan penting bahwa Pancasila merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Ia menilai bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kuatnya karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Karena itu, Ikbar mengajak seluruh masyarakat Konawe Utara untuk terus memperkuat semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan sebagai modal utama dalam mewujudkan daerah yang kompetitif dan mampu menghadapi tantangan global.
“Jika nilai-nilai Pancasila terus kita pegang teguh, maka Konawe Utara tidak hanya akan maju dalam pembangunan, tetapi juga menjadi daerah yang kuat secara sosial, harmonis dalam keberagaman, dan siap bersaing di masa depan,” katanya.
Secara khusus, Ikbar menitipkan harapan besar kepada generasi muda Konawe Utara. Menurutnya, mereka merupakan generasi yang akan menentukan arah pembangunan bangsa dan daerah di masa mendatang.

Ia mengajak kaum muda untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
“Generasi muda harus menjadi pelopor persatuan, pelopor inovasi, dan pelopor pembangunan. Jangan biarkan Pancasila hanya menjadi simbol. Jadikan Pancasila sebagai energi untuk berkarya, berprestasi, dan membangun daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ikbar menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe Utara akan terus menghadirkan program-program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat melalui peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Seluruh program tersebut, kata dia, merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai Pancasila dalam menghadirkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Konawe Utara pun menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik semata, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga persatuan, menghormati keberagaman, dan mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat Pancasila, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara optimistis dapat terus melangkah menuju daerah yang maju, harmonis, dan berdaya saing dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (**)
Laporan: Muh. Sahrul
































