Minim Transparansi, Tambang PT Antam di Tapunopaka Dinilai Rugikan Konut - https://kroscek.co.id/

Minim Transparansi, Tambang PT Antam di Tapunopaka Dinilai Rugikan Konut

- Redaksi

Selasa, 24 Juni 2025 - 21:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Konawe Utara, Kroscek.co.id – Aktivitas produksi tambang nikel milik PT Aneka Tambang (Antam) di Blok Tapunopaka, Kabupaten Konawe Utara, kembali tuai sorotan.

Hingga pertengahan tahun 2025, perusahaan pelat merah tersebut dinilai belum menunjukkan transparansi dalam pelaporan produksi khusus dari blok yang telah beroperasi sejak tahun 2010.

Sorotan datang dari Akademisi Pemerhati Sumber Daya Alam dan Investasi Sultra, Robby Anggara, yang menilai absennya laporan terbuka tentang aktivitas Tapunopaka sebagai bentuk krisis transparansi dalam tubuh BUMN pertambangan.

“Tidak adanya data produksi dari Blok Tapunopaka pada dokumen publikasi resmi menunjukkan ketertutupan informasi yang tidak sejalan dengan prinsip akuntabilitas dan keterbukaan data,” tegas Robby dalam keterangannya.

Tapunopaka Tak Pernah Muncul di Laporan Resmi PT ANTAM (2018-2023)

Laporan tahunan PT Antam yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan situs resmi perusahaan hanya mencantumkan tiga wilayah utama operasi nikel, yakni Pomalaa, Tanjung Buli, dan Hulawa.

Baca Juga :  Demi Generasi Emas, PT KES dan Puskesmas Hialu Lakukan Langkah Nyata di Tambakua

Nama Tapunopaka atau UBPN Konawe Utara tidak pernah disebutkan, baik dalam data volume produksi, peta sebaran, maupun kontribusi unit bisnis.

“Publik berhak tahu siapa yang menikmati hasil tambang ini dan siapa yang dirugikan. Jika tidak tercatat, potensi manipulasi data dan pengalihan produksi sangat terbuka,” lanjut Robby.

Robby bahkan menduga bijih nikel dari Tapunopaka kemungkinan besar dialihkan pencatatannya ke wilayah izin usaha pertambangan (IUP) lain, seperti UBPN Pomalaa, yang dapat menyebabkan hilangnya hak fiskal Kabupaten Konawe Utara.

Negara dan Daerah Berpotensi Rugi Miliaran Rupiah

Ketiadaan pelaporan resmi dari Blok Tapunopaka mengancam hilangnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang seharusnya menjadi hak daerah.

Baca Juga :  Ikbar Blak-blakan Tekanan Fiskal dan Ancaman Bencana Konawe Utara di Hadapan BPKP Sultra

Setiap ton ore nikel yang diambil wajib dilaporkan secara resmi dan dibebani royalti untuk negara serta bagian untuk daerah penghasil.

Blok Tapunopaka sendiri pernah mencatatkan ekspor signifikan. Pada tahun 2010, Antam melakukan ekspor perdana sebesar 50.000 ton bijih nikel basah (wmt), dan pada tahun 2019, kembali tercatat ekspor 55.570 wmt ke Tiongkok. Namun, sejak itu, nama Tapunopaka menghilang dari dokumen publik Antam.

“Jika benar Tapunopaka tetap berproduksi meski tidak dilaporkan dan IUP-nya bermasalah, ini ruang lebar bagi potensi pelanggaran hukum. Negara dan masyarakat lokal bisa sangat dirugikan,” ujar Robby.

Dugaan IUP Bermasalah dan Lahan Belum Bebas

Pada 2021 lalu, DPRD Konawe Utara sempat menghentikan sementara aktivitas tambang Antam di Tapunopaka.

Langkah ini dilakukan karena diduga IUP tidak aktif sejak 2011 dan perusahaan belum menyelesaikan proses pembebasan lahan secara resmi dengan masyarakat.

Baca Juga :  Sejak Awal Menjabat, Ikbar-Abuhaera Konsisten Perjuangkan Normalisasi Tegangan Listrik Konut

Sementara itu, laporan produksi nikel Antam secara konsolidasi terus meningkat signifikan, 13,45 juta wmt pada 2023 dan 4,6 juta wmt pada kuartal I 2025.

Namun, kontribusi Tapunopaka tidak pernah dirinci secara terpisah, menimbulkan kecurigaan terhadap akurasi dan integritas pelaporan.

Desakan Audit dan Investigasi

Atas kondisi ini, masyarakat mendesak PT Antam untuk segera mempublikasikan laporan produksi per blok, khususnya untuk Blok Tapunopaka.

Selain itu, Kementerian ESDM, BPK, dan Ombudsman RI diminta melakukan audit khusus dan investigasi mendalam terhadap praktik operasional dan tata kelola tambang Antam di Konawe Utara.

“Tapunopaka berada di wilayah padat penduduk dan dekat zona sensitif. Tanpa transparansi, masyarakat kehilangan kendali untuk mengawasi dampak lingkungan, program CSR, bahkan potensi konflik lahan,” tutup Robby. (**)


Laporan : Muh. Sahrul

Follow WhatsApp Channel kroscek.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GASPOL! PBB SULTRA CUP RACE 2026 Digelar di Kendari, 4 Unit Motor Siap Diperebutkan!
Atlet Renang Muda Konawe Utara Ardina Nurul Fauziah Borong 4 Emas dan 2 Perak di Akuatik Sprint Challenge 2026
Tanah Sengketa di Jantung Kota Kolaka Disorot: Diduga Jadi Arena Sabung Ayam hingga Peredaran Narkoba
UMKM Naik Kelas, PT MLP melalui Program SEHATI Dorong Produk Lokal Tembus Ritel Modern
LIRA Sultra Desak Gakkum LLAJ Tindak Tegas Truk ODOL PT St. Nickel Resources
Kolaborasi PT Bumi Konawe Minerina dan Warga Mowundo Jaga Kelestarian Pantai Watiwa
Merawat Ingatan, Menghidupkan Nilai Penghormatan dan Jati Diri Leluhur Adat Tolaki
Angin Segar! Pelepasan Kawasan Hutan di Konut, Muhardin: Kepastian Hak Masyarakat Harus Dituntaskan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 17:56 WITA

GASPOL! PBB SULTRA CUP RACE 2026 Digelar di Kendari, 4 Unit Motor Siap Diperebutkan!

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:29 WITA

Atlet Renang Muda Konawe Utara Ardina Nurul Fauziah Borong 4 Emas dan 2 Perak di Akuatik Sprint Challenge 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:59 WITA

Tanah Sengketa di Jantung Kota Kolaka Disorot: Diduga Jadi Arena Sabung Ayam hingga Peredaran Narkoba

Senin, 22 Juni 2026 - 14:23 WITA

LIRA Sultra Desak Gakkum LLAJ Tindak Tegas Truk ODOL PT St. Nickel Resources

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:39 WITA

Kolaborasi PT Bumi Konawe Minerina dan Warga Mowundo Jaga Kelestarian Pantai Watiwa

Berita Terbaru

error: Dilarang Copy Paste!