KONAWE UTARA, KROSCEK.CO.ID – Komitmen mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin berdaya saing terus diperkuat PT Makmur Lestari Primatama (MLP). Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), perusahaan akan menggelar kegiatan bertajuk “Sosialisasi Sanitasi Higiene, Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta Keamanan Pangan Bagi Pelaku Usaha UMKM” pada Senin, 29 Juni 2026.
Mengusung tema “UMKM Naik Kelas Bersama SEHATI (Sertifikasi, Higiene, dan Sanitasi)”, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas, keamanan, dan legalitas produk pangan olahan yang dihasilkan pelaku UMKM, khususnya di wilayah lingkar tambang.
Melalui program tersebut, PT MLP ingin membuka peluang lebih besar bagi produk-produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk menembus jaringan ritel modern.
Untuk menghadirkan materi yang komprehensif, PT MLP menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Kolaborasi ini diharapkan memberikan pemahaman menyeluruh kepada para pelaku usaha, mulai dari penerapan sanitasi dan higiene hingga proses memperoleh legalitas usaha melalui Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
Superintendent External PT MLP, Arifin Lahay, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Potensi produk kuliner dan pangan olahan yang dihasilkan pelaku UMKM di sekitar wilayah lingkar tambang sebenarnya sangat luar biasa. Namun masih ada tantangan yang perlu diatasi bersama, terutama terkait standarisasi kebersihan produk dan kepemilikan izin edar resmi,” ujar Arifin, Minggu (28/6).
Menurutnya, legalitas dan kualitas produk merupakan dua faktor penting yang menentukan daya saing sebuah produk di pasar.
“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap UMKM lingkar tambang dapat naik kelas, memiliki produk yang memenuhi standar keamanan pangan sekaligus memiliki legalitas yang lengkap sehingga semakin dipercaya konsumen,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari Dinas Kesehatan akan memberikan pembekalan mengenai penerapan sanitasi higiene di tempat produksi, standar keamanan pangan, serta langkah-langkah mencegah kontaminasi pada produk olahan pangan.
Sementara itu, tim dari DPMPTSP akan memberikan pendampingan terkait tata cara pengurusan izin PIRT, sekaligus memberikan pemahaman bahwa proses memperoleh legalitas usaha kini semakin mudah apabila seluruh persyaratan dipenuhi.
Melalui edukasi tersebut, para pelaku UMKM diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menjaga kualitas produk, tetapi juga terdorong untuk mengurus legalitas usahanya sebagai modal utama memperluas akses pasar.
PT MLP optimistis sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM akan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan industri rumahan yang lebih profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Dengan produk yang higienis, aman, dan telah mengantongi izin resmi, UMKM di sekitar wilayah lingkar tambang diharapkan mampu meningkatkan nilai jual produknya, memperluas jangkauan pemasaran, hingga menembus pasar ritel modern serta memperoleh kepercayaan konsumen yang lebih luas.
Inisiatif ini sekaligus menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya sebatas pendampingan, tetapi juga investasi jangka panjang dalam membangun ekonomi lokal yang mandiri dan berkelanjutan. (*Rul)




























