Pemerintah dan DPRD Diminta Pikirkan Nasib Honorer Satpol PP Konawe Utara - https://kroscek.co.id/

Pemerintah dan DPRD Diminta Pikirkan Nasib Honorer Satpol PP Konawe Utara

- Redaksi

Senin, 17 Februari 2025 - 13:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Konawe Utara (Konut) saat melakukakan pengamanan Tahun Baru 2025.

Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Konawe Utara (Konut) saat melakukakan pengamanan Tahun Baru 2025.

Konawe Utara, Kroscek.co.id – Ratusan tenaga honorer Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Konawe Utara (Konut) kini menghadapi ketidakpastian akibat kebijakan baru yang mulai berlaku pada Januari 2025.

Implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) melarang pengangkatan tenaga honorer baru di instansi pemerintahan, menyebabkan lebih dari 140 tenaga honorer Satpol PP Konut tidak lagi dilibatkan dalam giat piket dan operasional.

Plt Kepala Satpol PP Konut, La Gulira Sarimu, menjelaskan bahwa pihaknya tidak mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian terhadap tenaga honorer. Namun, berdasarkan regulasi baru, untuk sementara tidak dapat bertugas hingga ada kejelasan lebih lanjut.

“Saya sudah memanggil PPPK paruh waktu dan tenaga honorer yang akan mengikuti seleksi gelombang kedua untuk menjelaskan kondisi ini. Hingga saat ini, honor mereka tidak pernah terlambat, tetapi karena aturan baru, kami harus menunggu kepastian lebih lanjut,” ujar La Gulira Sarimu, Senin (17/02/2025).

Ia menegaskan bahwa saat ini hanya ASN dan PPPK penuh waktu yang diperbolehkan menjalankan tugas di Satpol PP Konut. Sementara itu, tenaga honorer yang masih diperbolehkan bekerja hanya yang bertugas sebagai cleaning service, sopir, dan satpam.

Baca Juga :  Temui Ridwan Bae dan Ahmad Safei, DPRD Konawe Utara Kawal Aspirasi Infrastruktur di tingkat Pusat

Kekhawatiran Tenaga Honorer

Keputusan ini menuai kekhawatiran di kalangan tenaga honorer, yang selama ini bergantung pada pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Beberapa tenaga honorer mengungkapkan kecemasannya atas ketidakpastian status dan masa depan pekerjaan.

“Saya sudah bekerja sebagai honorer Satpol PP selama lima tahun. Jika sekarang kami tidak dilibatkan, bagaimana dengan nasib kami? Kami berharap ada solusi dari pemerintah,” ujar seorang tenaga honorer yang enggan disebutkan namanya kepada Kroscek.co.id.

Banyak dari tenaga honorer dan paruh waktu berharap agar pemerintah daerah dan pusat segera memberikan kejelasan serta solusi yang tidak merugikan para honorer yang telah lama mengabdi.

Desakan Solusi dari Pemerintah

Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe Utara (Konut), Muhardin, S.Pd. Foto: Istimewa.

Sejumlah pihak mendesak pemerintah daerah untuk segera mencari jalan keluar bagi tenaga honorer yang terdampak kebijakan ini.

DPRD Konawe Utara diharapkan dapat mendorong pemerintah daerah agar menemukan skema alternatif yang memungkinkan tenaga honorer tetap bekerja sesuai regulasi yang berlaku.

Baca Juga :  Penurunan Status Kawasan Hutan di Konut untuk Desa dan Transmigrasi Ditargetkan Terealisasi 2026

“Kami meminta pemerintah untuk serius memperhatikan nasib tenaga honorer, khususnya di Satpol PP. Mereka telah bekerja selama bertahun-tahun dan tentu memiliki pengalaman dalam menjalankan tugas,” Ungkap Wakil Ketua II DPRD Konut, Muhardin. Senin, (17/02/2025).

Kebijakan penghapusan tenaga honorer di instansi pemerintahan, termasuk Satpol PP Konawe Utara, memang menjadi dilema besar. Di satu sisi, aturan ini bertujuan untuk menata sistem kepegawaian agar lebih profesional dan sesuai dengan regulasi ASN.

“Disisi lain, kebijakan ini bisa berdampak luas pada tenaga honorer yang telah lama mengabdi dan bergantung pada pekerjaan tersebut sebagai sumber penghasilan utama,” Tegas Muhardin.

Jika tidak ada solusi yang jelas, kata Muhardin, penghapusan tenaga honorer bisa memicu berbagai masalah sosial, seperti meningkatnya angka pengangguran, berkurangnya daya beli masyarakat, serta potensi meningkatnya angka kemiskinan di daerah.

“Para honorer yang kehilangan pekerjaan mungkin kesulitan mencari pekerjaan baru, terutama jika mereka sudah berusia di atas batas yang sering disyaratkan dalam perekrutan tenaga kerja formal,” Terangnya.

Baca Juga :  Jalan Beton MTT Tuntas 2026, DPRD Konut Kawal Ketat Komitmen Pemda dan Perusahaan

Pemerintah daerah dan pusat perlu mencari jalan tengah agar kebijakan ini tidak menimbulkan gejolak sosial. Salah satu solusi yang bisa diterapkan adalah percepatan pengangkatan tenaga honorer yang memenuhi syarat menjadi PPPK, memberikan pelatihan keterampilan agar mereka bisa beralih profesi, atau menciptakan program ekonomi yang dapat menampung para honorer Satpol PP dalam sektor lain.

“Jangan sampai kebijakan yang bertujuan baik justru menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat. Keputusan ini harus diimbangi dengan solusi nyata agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” Tutup Muhardin.

Saat ini, Pemda Konawe Utara disebut tengah mengkaji berbagai opsi, termasuk kemungkinan pengangkatan tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau skema lain yang sesuai dengan regulasi terbaru.

Dengan kebijakan baru yang masih dalam proses transisi, banyak pihak berharap agar pemerintah pusat memberikan kebijakan khusus atau solusi yang lebih fleksibel, sehingga tenaga honorer yang telah lama mengabdi tetap memiliki kesempatan untuk bekerja dan mendapatkan penghasilan yang layak. (***)


Laporan : Muh Sahrul

Follow WhatsApp Channel kroscek.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sensus Ekonomi 2026 Langkah Strategis Memotret Kondisi Riil Perekonomian Konawe Utara
Ikbar Blak-blakan Tekanan Fiskal dan Ancaman Bencana Konawe Utara di Hadapan BPKP Sultra
Bukan Isu Baru! Kualitas Listrik untuk Masyarakat Konawe Utara Digodok Sejak 2021
PT NPM Site PT MLP Bantah Bayar Upah di Bawah UMK, SBIB: Sudah Sesuai Ketentuan
Sejak Awal Menjabat, Ikbar-Abuhaera Konsisten Perjuangkan Normalisasi Tegangan Listrik Konut
Usai Teken Kontrak Kemenkes, Bupati Ikbar Tinjau Lokasi RSUD Konawe Utara
Hari ini Penandatanganan Kontrak Pembangunan RSUD Konawe Utara Resmi Dilaksanakan
Bupati Ikbar: Pancasila Bukan Sekadar Hafalan, Tapi Jalan Menuju Konawe Utara Berdaya Saing

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 13:06 WITA

Sensus Ekonomi 2026 Langkah Strategis Memotret Kondisi Riil Perekonomian Konawe Utara

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:57 WITA

Ikbar Blak-blakan Tekanan Fiskal dan Ancaman Bencana Konawe Utara di Hadapan BPKP Sultra

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:34 WITA

Bukan Isu Baru! Kualitas Listrik untuk Masyarakat Konawe Utara Digodok Sejak 2021

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:34 WITA

PT NPM Site PT MLP Bantah Bayar Upah di Bawah UMK, SBIB: Sudah Sesuai Ketentuan

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:56 WITA

Sejak Awal Menjabat, Ikbar-Abuhaera Konsisten Perjuangkan Normalisasi Tegangan Listrik Konut

Berita Terbaru

error: Dilarang Copy Paste!