Konawe Utara, Kroscek.co.id – Bupati Konawe Utara, Dr. Ir. H. Ruksamin, S.T., M.Si., IPU., ASEAN Eng, telah menunjukkan komitmennya untuk menciptakan fasilitas publik yang tidak hanya fungsional, tetapi juga penuh makna.
Salah satunya, rancangan modern yang tetap mengakar pada nilai-nilai tradisional, Bundaran Central Bisnis Distrik (CBD) Konasara dapat menjadi simbol persatuan antara kemajuan dan pelestarian budaya lokal.
Ketua Komisi 3 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konut, Samir, S.IP., M.Si, mengatakan CBD Konasara maknanya diterjemahkan dalam Desain guna menghormati Sejarah dan Tradisi.

“Bundaran ini mengadopsi elemen tradisional seperti motif ukiran khas, bentuk geometris yang mencerminkan filosofi adat, atau simbol kehidupan masyarakat Konawe Utara, seperti hasil pertanian, perikanan, dan kearifan lokal lainnya,” Ungkap Samir. Rabu, (01/01/2025).
Selain menampilkan Kemajuan Modern. Samir mengapresiasi adanya sentuhan teknologi, seperti pencahayaan canggih, air mancur digital, atau taman yang memadukan desain futuristik dengan material ramah lingkungan.
“Perwujudan Pembangunan CBD Konasara dapat menjadi wujud kemajuan Konawe Utara yang diintegrasikan tanpa menghilangkan identitas tradisional daerah julukan Bumi Oheo,” Imbuhnya.

Ruang Edukasi dan Kebanggaan. Dengan adanya Bundaran CBD Konasara ini juga akan dilengkapi dengan prasasti atau relief yang menceritakan sejarah Konawe Utara, tokoh-tokoh inspiratif, atau legenda lokal.
Terlebih, kata Samir bahwa area CBD Konasara juga bisa menjadi pusat kegiatan budaya, seperti pameran seni tradisional atau festival rakyat tahunan.
“Pembangunan Bundaran CBD Konasara yang berorientasi pada dua aspek ini tidak hanya menjadi ikon budaya tetapi juga mampu mempersatukan masyarakat dan memotivasi generasi muda untuk bangga pada warisan daerah,” Jelasnya. (**)
Laporan : Muh Sahrul













