Dugaan Mafia Tanah, PT AAN dan Oknum Kades di Muna Dilaporkan di Kejati Sultra - https://kroscek.co.id/

Dugaan Mafia Tanah, PT AAN dan Oknum Kades di Muna Dilaporkan di Kejati Sultra

- Redaksi

Jumat, 23 Agustus 2024 - 09:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forum Masyarakat Lingkar Tambang Kabupaten Muna usai melaporkan Oknum kepala desa dan PT AAN di Kejati Sultra. Kamis (22/08/2024).

Forum Masyarakat Lingkar Tambang Kabupaten Muna usai melaporkan Oknum kepala desa dan PT AAN di Kejati Sultra. Kamis (22/08/2024).

KENDARI, KROSCEK.CO.ID – Forum Masyarakat Lingkar Tambang Kabupaten Muna, Resmi melaporkan Kepala Desa (Kades) Tanjung, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna, Sarifuddin, bersama pihak Management PT Ayaskara Alam Nusantara (AAN) pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra), Kamis 22 Agustus 2024.

Kepala Desa Tanjung, Sarifudin dilaporkan terkait dugaan Penyalahgunaan wewenang. Sementara PT Ayaskara Alam Nusantara dilaporkan terkait dugaan keterlibatannya sebagai pelaku Mafia Tanah.

Hal tersebut diungkapkan langsung, La Ode Hajidun selaku Ketua Forum Masyrakat Lingkar Tambang Kabupaten Muna kepada media ini usai pihaknya melakukan pelaporan di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara. Jumat, 23 Agustus 2024.

“Kades Tanjung, Sarifudin ini diduga keras telah menyalahgunakan wewenang sebagai Kepala Desa, Pasalnya, ia menerbitkan Surat Keterangan Kepemilikan Tanah (SKKT) yang diduga tidak memiliki dasar dan asal-usul Kepemilikannya,” Ungkap La Ode Hajidun.

Selain itu, La Ode Hajidun mengungkapkan bahwa, luasan hak Tanah diatas obyek klaim tersebut sangat tidak masuk akal, disusul menerbitan SKKT yang dikeluarkan Kepala Desa Tanjung.

Baca Juga :  Ridwan Bae Konsisten Kawal APBN Ratusan Miliar untuk Pembangunan Muna-Mubar

“Semua SKKT yang diterbitkan Sarifudin tersebut di dominasi sebagian besar lingkaran keluarganya. Itu berdasarkan data yang kami dapatkan dari dinas terkait,” Jelasnya.

Sarifudin sendiri mengklaim ada 7 (tujuh), lanjut La Ode Hajidun, tempat Tanah/Lahan klaimnya dengan luas yang berbeda-beda, kemudian Istri dari Pak Desa itu sendiri yakni Wa Baaci, Menantu Pak Desa yakni La Aofu, Paman dari Istri Pak Desa yakni Ladini, Ponakan Istri Pak Desa yakni Neliati, Ipar Pak Desa yakni Wa Pilo, dan 2 (dua) kerabat Pak Desa yakni, Camat Tongkuno Arif Wau, dan ASN Kecamatan Tongkuno yakni La Fiu.

“Semua SKKT klaimnya tersebut diterbitkan sepihak oleh Kepala Desa Tanjung Pak Syarifuddin. Total luas Tanah/Lahan keseluruhan yang diklaim pihak keluarga dan kerabat Pak Desa tersebut lanjut Hajidun, kurang lebih 149 Hektare atau sebanyak 17 SKKT,” Tegasnya.

Baca Juga :  Ridwan Bae Konsisten Kawal APBN Ratusan Miliar untuk Pembangunan Muna-Mubar

Diketahui, bulan Februari 2024 muncul serentak nama-nama Pemilik SKKT yang sudah diterbitkan Kepala Desa Tanjung, Sarifuddin. Anehnya SKKT yang dikeluarkan Kepala Desa Tanjung tersebut, lahannya begitu luas diklaimnya.

“Anehnya lagi terbit diatas Tanah/Lahan milik orang-orang tua terdahulu (diolah secara turun temurun),” kesal Hajidun.

Berdasarkan Kejadian tersebut, maka kami dari Forum Masyarakat Lingkar Tambang Kabupaten Muna meminta Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra agar segera :

1. Meminta Kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara agar segera memeriksa dan menetapkan Tersangka kepada Kepala Desa Tanjung, pak Sarifuddin atas Perbuatan Melawan Hukum (Tindakan Pidana Mafia Tanah), dan Penyalahgunaan wewenang yang menyebabkan Kerugian Masyarakat dan Daerah.

2. Meminta kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara agar segera memeriksa dan menetapkan Tersangka semua nama-nama Pemilik 17 SKKT yang diterbitkan oleh Kepala Desa Tanjung Pak Sarifuddin.

Baca Juga :  Ridwan Bae Konsisten Kawal APBN Ratusan Miliar untuk Pembangunan Muna-Mubar

3. Meminta kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara untuk segera memeriksa dan menetapkan Tersangka Direktur Utama/Pimpinan PT. Ayaskara Alama Nusantara karena diduga kuat terlibat dalam Praktek Mafia Tanah bersama Kepala Desa Tanjung Pak Sarifuddin.

4. Meminta kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara agara menelusuri Aliran Dana Kerugian Masyarakat atas Tindakan Mafia Tanah dan Penyalahgunaan Wewenang Kepala Desa Tanjung Pak Sarifuddin bersama PT. Ayaskara Alam Nusantara sebesar kurang lebih 10 Milyard Rupiah dikarenakan adanya dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Pengaturan Harga.

Sementara wartawan media ini kesulitan untuk mengkonfirmasi kepada pihak Kepala Desa Tanjung soal adanya laporan di kejaksaan tinggi. (**)


Laporan : Muh Sahrul

 

 

Follow WhatsApp Channel kroscek.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Merawat Ingatan, Menghidupkan Nilai Penghormatan dan Jati Diri Leluhur Adat Tolaki
Mencuat di Persidangan, PP GPI Desak KPK Periksa Raffi Ahmad Kasus Impor Bea Cukai
Angin Segar! Pelepasan Kawasan Hutan di Konut, Muhardin: Kepastian Hak Masyarakat Harus Dituntaskan
Penurunan Status Kawasan Hutan di Konut untuk Desa dan Transmigrasi Ditargetkan Terealisasi 2026
Temui Ridwan Bae dan Ahmad Safei, DPRD Konawe Utara Kawal Aspirasi Infrastruktur di tingkat Pusat
PP GPI Apresiasi Evaluasi Pimpinan Badan Gizi Nasional oleh Presiden Prabowo
PT MLP dan PT KES Raih Penghargaan Komitmen Pemberdayaan Masyarakat Konawe Utara
Mantan Dirut Perumda Utama Sultra jadi Tersangka, Kuasa Hukum: Segera Ditahan

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 08:57 WITA

Merawat Ingatan, Menghidupkan Nilai Penghormatan dan Jati Diri Leluhur Adat Tolaki

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:20 WITA

Angin Segar! Pelepasan Kawasan Hutan di Konut, Muhardin: Kepastian Hak Masyarakat Harus Dituntaskan

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:42 WITA

Penurunan Status Kawasan Hutan di Konut untuk Desa dan Transmigrasi Ditargetkan Terealisasi 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 22:38 WITA

Temui Ridwan Bae dan Ahmad Safei, DPRD Konawe Utara Kawal Aspirasi Infrastruktur di tingkat Pusat

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:33 WITA

PP GPI Apresiasi Evaluasi Pimpinan Badan Gizi Nasional oleh Presiden Prabowo

Berita Terbaru

error: Dilarang Copy Paste!