[responsivevoice_button voice=”Indonesian Male” buttontext=”BACAKAN“]
KENDARI, KROSCEK.NET – Kepolisian Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) telah mengkrangkeng 28 alat berat yang ditangkap di Hutan Lindung (HL) Morombo, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut) diduga dilakukan oleh PT Devan Mineral Sinergi (DMS) 77, kembali menuai sorotan.
Sebelumnya, Kepala Subdit Tindak Pidana Tertentu Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Priyo Utomo, mengatakan, Polda Sultra sedang menangani kasus pelanggaran pidana minerba secara serius dengan adanya alat milik PT DMS 77 yang merupakan kontraktor maining PT Masempo Dalle.
Hingga sampai saat ini, kasus tersebut dinilai jalan ditempat atau tidak memperlihatkan perkembangan pasca adanya pengamanan alat berat (alber) pada 28 Agustus 2022 lalu.
Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sultra, Hendro Nilopo, mengatakan, kasus dugaan penambangan ilegal dan perambahan hutan lindung oleh PT DMS 77 beberapa waktu lalu tidak memperlihatkan adanya perkembangan.
“Menurut kami ada yang janggal dengan pengungkapan kasus PT DMS 77 ini. Sudah memasuki sebulan pasca 28 alat milik PT DMS 77 diamankan oleh Polda Sultra. Namun sampai sekarang pemilik alat atau pimpinan PT DMS 77 belum juga ditangkap dan diperiksa,” Ucap Hendro, Kamis (29/09/2022).
Hendro menduga, ada oknum aparat yang mencoba memback up pihak perusahaan agar terhindar dari proses hukum. Hal itu terbukti dengan tidak dilakukannya penangkapan terhadap pimpinan perusahaan dalam hal ini pimpinan PT DMS 77.
“Ada informasi yang kami terima, bahwa setelah 28 alat diduga milik PT DMS 77 diamankan oleh Polda Sultra, pimpinan perusahaan (PT DMS 77) langsung terbang ke Jakarta. Dugaan sementara bos PT DMS 77 ini sedang mencari perlindungan agar terhindar dari proses hukum,” Terangnya.
Selain itu, Sabtu malam (24 September 2022), Hendro kembali mendapatkan informasi terkait adanya pertemuan bos PT DMS 77 dengan oknum polisi yang bertugas di Mabes Polri.
Pertemuan tersebut bertempat di Plaza Indonesia Jakarta dan diduga pula pertemuan tersebut untuk membahas terkait kasus dugaan penambangan ilegal dan perambahan hutan PT DMS 77 di wilayah Morombo, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara.
“Informasi ini sangat penting, dan sementara kami dalami siapa saja yang melakukan pertemuan di Plaza Indonesia. Jika benar ada oknum Polisi yang melakukan pertemuan dengan bos PT DMS 77, maka kami akan membuat pengaduan resmi ke Div. Propam Mabes Polri serta kepada Bapak Kapolri,” Ungkap pemuda asal Konawe Utara itu.
Aktivis nasional, yang konsen terhadap pertambangan di Sultra itu menegaskan, bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus dugaan penambangan ilegal serta perambahan hutan oleh PT DMS 77 di wilayah Morombo, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara sampai tuntas.
“Perlu kami tegaskan, bahwa kami dari Ampuh Sultra akan mengawal kasus ini sampai tuntas, apalagi kasus ini sudah menjadi perhatian publik. Yang jelas perusahaan yang bersangkutan harus bertanggung jawab atas perbuatannya,” Tutupnya. (**)
Laporan : Muhammad Sahrul