Marak Peti, PT Antam dan Polres Konut Didesak Tindak Tegas PT Sulawesi Hasta Finma - https://kroscek.co.id/

Marak Peti, PT Antam dan Polres Konut Didesak Tindak Tegas PT Sulawesi Hasta Finma

- Redaksi

Selasa, 27 September 2022 - 12:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas penambangan biji nikel PT Sulawesi Hasta Finma (SHF), di lahan eks IUP Hapar, Blok Mandiodo, kini menjadi IUP PT Antam, hanya bermodalkan Surat Keterangan Tanah (SKT). (*Ist)

Aktivitas penambangan biji nikel PT Sulawesi Hasta Finma (SHF), di lahan eks IUP Hapar, Blok Mandiodo, kini menjadi IUP PT Antam, hanya bermodalkan Surat Keterangan Tanah (SKT). (*Ist)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Male” buttontext=”BACAKAN“]

KONAWE UTARA, KROSCEK.NET – Aktivitas Pertambangan tanpa izin (Peti) di Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Antam Tbk, Desa Mandiodo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut) kini telah ditertibkan, pasca berlakunya kembali Putusan MA Nomor 225 tahun 2014.

Dewan Penasehat Forum Kajian Masyarakat Hukum dan Lingkungan Sulawesi Tenggara (Forkam-HL Sultra), Iqbal, S.Kom, mengatakan, dalam keterangannya kepada awak media, Senin (26/9/2022), bahwa hal tersebut seyogyanya menjadi harapan baru terhadap pemasukan negara melalui PT Antam Tbk, lantaran berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Harapan tersebut rupanya tak sepenuhnya tercapai karena terkuak dalam wilayah pertambangan PT Antam Tbk di Blok Mandiodo, marak terjadinya aktivitas penambangan ilegal tanpa Izin, merambah kawasan hutan, praktek jual beli dokumen penjualan, serta perusakan lingkungan dan penggunaan Tersus tak berizin.

Dengan menjunjung tingi azas praduga tak bersalah, Forkam-HL Sultra melihat dan menilai bahwa lemahnya penegakan supremasi hukum di Bumi Anoa Sultra, khususnya Konut terbilang sangat intens menuai sorotan dari para aktivis karena banyaknya temuan-temuan atas dugaan pertambangan ilegal yang merugikan negara.

Iqbal bahkan menyebut, dinamika persoalan penyelesaian kasus pertambangan di Konut, termasuk dalam rangka penyelamatan aset negara, hanya sekedar seremonial belaka yang mengarah pada praktek transaksional.

“Sangat disayangkan di balik penindakan, juga kepada kepolisian kadang taringnya terdapat stigma positif dan negatif, apakah oknum koorporasi merasa jerah atau malah sebaliknya, justru mendapatkan perlindungan sehingga seenaknya masuk mengeruk hasil bumi lalu pergi begitu saja,” bebernya.

Ia menduga adanya praktek ilegal, dilakukan oleh PT Sulawesi Hasta Finma (SHF) yang beraktivitas di lahan eks IUP Hapar, Blok Mandiodo, kini menjadi IUP PT Antam, hanya bermodalkan Surat Keterangan Tanah (SKT).

Penambangan oleh PT SHF juga dilakukan tanpa Izin dari PT Antam Tbk, namun dengan leluasa menambang dan menjual hasilnya tersebut, sehingga PT SHF menambang secara illegal dan bertentangan dengan UU No 3 Tahun 2020 yang dimana telah digambling dalam pasal per pasal.

“Setiap orang yang melakukan usaha pertambangan tanpa memiliki IUP ,IUPK, IPR, sebagaimana diatur dalam Pasal 35 dan 158, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda sebesar 100.000.000.000,” terangnya.

Kemudian dipertegas dalam Pasal 50 ayat 3, Pasal 38 ayat 3 UU No 41 tentang Kehutanan, mengatur bahwa setiap orang dilarang melakukan kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi atau eksploitasi bahan tambang di dalam kawasan hutan, tanpa melalui pemberian Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang diterbitkan oleh Menteri Kehutanan RI, dengan mempertimbangkan batasan luas dan jangka waktu tertentu, serta kelestarian lingkungan.

Atas temuan tesebut Forkam-HL Sultra menantang aparat penegak hukum dalam hal ini Polres Konut dan PT Antam, segera memanggil dan menghentikan aktivitas penambangan PT SHF atas dugaan merambah kawasan hutan tanpa IPPKH dan menambang tanpa izin.

“Jika tak segera dilakukan pemanggilan dan pemberhentian Aktivitas PT SHF dalam upaya penyelamatan aset daerah, maka kami akan melakukan upaya hukum agar memberi efek jera terhadap aktifitas ilegal yang dilakukan demi negara dan keadilan. Segera usut tuntas sebelum kerugian negara semakin besar,” harap Iqbal. (*Tim/Kroscek)


Follow WhatsApp Channel kroscek.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Renang Muda Konawe Utara Ardina Nurul Fauziah Borong 4 Emas dan 2 Perak di Akuatik Sprint Challenge 2026
Tanah Sengketa di Jantung Kota Kolaka Disorot: Diduga Jadi Arena Sabung Ayam hingga Peredaran Narkoba
UMKM Naik Kelas, PT MLP melalui Program SEHATI Dorong Produk Lokal Tembus Ritel Modern
LIRA Sultra Desak Gakkum LLAJ Tindak Tegas Truk ODOL PT St. Nickel Resources
Merawat Ingatan, Menghidupkan Nilai Penghormatan dan Jati Diri Leluhur Adat Tolaki
Mencuat di Persidangan, PP GPI Desak KPK Periksa Raffi Ahmad Kasus Impor Bea Cukai
Angin Segar! Pelepasan Kawasan Hutan di Konut, Muhardin: Kepastian Hak Masyarakat Harus Dituntaskan
Penurunan Status Kawasan Hutan di Konut untuk Desa dan Transmigrasi Ditargetkan Terealisasi 2026

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:29 WITA

Atlet Renang Muda Konawe Utara Ardina Nurul Fauziah Borong 4 Emas dan 2 Perak di Akuatik Sprint Challenge 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:59 WITA

Tanah Sengketa di Jantung Kota Kolaka Disorot: Diduga Jadi Arena Sabung Ayam hingga Peredaran Narkoba

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:37 WITA

UMKM Naik Kelas, PT MLP melalui Program SEHATI Dorong Produk Lokal Tembus Ritel Modern

Senin, 15 Juni 2026 - 08:57 WITA

Merawat Ingatan, Menghidupkan Nilai Penghormatan dan Jati Diri Leluhur Adat Tolaki

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:09 WITA

Mencuat di Persidangan, PP GPI Desak KPK Periksa Raffi Ahmad Kasus Impor Bea Cukai

Berita Terbaru

error: Dilarang Copy Paste!