KSO Basman Leluasa Merambah Kawasan Hutan di Blok Mandiodo - https://kroscek.co.id/

KSO Basman Leluasa Merambah Kawasan Hutan di Blok Mandiodo

- Redaksi

Sabtu, 7 Mei 2022 - 09:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi penambangan ilegal di blok mandiodo, konawe utara. (*Ist)

Lokasi penambangan ilegal di blok mandiodo, konawe utara. (*Ist)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Male” buttontext=”BACAKAN“]

KONAWE UTARA, KROSCEK.NET – Konsensi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, menjadi sorotan dugaan maraknya penambangan ilegal dan perambahan kawasan hutan di Desa Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara, (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sorotan kembali dilayangkan oleh Forum Kajian Masyarakat Hukum dan Lingkungan Sulawesi Tenggara (FORKAM-HL Sultra), mengecam Aktivitas penambangan Ilegal dan marak perambahan kawasan hutan sehingga menimbulkan kerugian negara mencakup miliaran rupiah.

Sekretaris FORKAM-HL Sultra, Agus Dermawan mengatakan, kontrak kerjasama yang diberikan PT Antam Tbk kepada PT Lawu Agung Mining (LAM) melakukan penambangan di Blok Mandiodo dengan luas kurang Lebih 16 Ha, tetapi penambangan di Konsesi IUP PT Antam Tbk, telah digarap hingga mencapai ratusan Hektar.

“Bahkan telah berani Beraktivitas di Kawasan Hutan Tanpa Izin yang merupakan wilayah hutan produksi terbatas, dan tidak mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) pada titik kordinat 3 32’ 4,77” LS 122 9’ 47,66” BT, serta tidak mempunyai Rencana Kegiatan Anggaran Biaya (RKAB),” Ucap, Agus Darmawan, Jumat (06/05/2022).

Baca Juga :  PT MLP dan PT KES Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Konawe Utara

Selain menambang secara ilegal dan merambah kawasan, Lanjut Agus, hasil tambang tidak dijual dengan dokumen PT Antam, sehingga keuntungan penjualan tidak masuk ke kas negara, melainkan hanya jadi keuntungan oknum-oknum tertentu. Ini jelas indikasinya merugikan negara serta dilakukan sejak September 2021 hingga saat ini.

“PT Antam Tbk selaku pemilik IUP terkesan tutup mata terhadap aktivitas penambangan di Kawasan tersebut. Sebut saja Aktivitas salah satu perusahaan dibawah koordinasi KSO Basman dengan tegas mendelegasikan dirinya sebagai penambang di Kawasan Hutan Blok Eks KMS 27, namun sampai hari ini PT Antam tak mengambil Tindakan Pemberhentian padahal jelas di Lokasi Eks KMS 27 adalah Merupakan Kawasan Hutan,” Jelasnya.

Baca Juga :  Tegangan Listrik Konawe Utara Belum Stabil, Pemda Ungkap Solusi Strategis PLN

Sementara itu, Dewan Penasehat FORKAM-HL Sultra, Iqbal, mengatakan, di Lokasi Eks IUP KMS 27 dan di Eks 11 IUP yang masuk dalam Kawasan Hutan, jangankan KSO Basman, bahkan PT. Antam pun selaku pemegang IUP tak bisa melakukan penambangan tanpa Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan.

“Aktivitas penambangan dilakukan Oleh KSO Basman dimulai tahun 2021 hingga sampai saat ini di Kawasan Hutan, ditandai dengan kasus sandera kunci alat berat oleh warga desa lawondowo dimana Pihak KSO Basman dihadapan Polres Konawe Utara, telah melakukan kesepakatan untuk memberikan bantuan sarana air bersih akibat pencemaran air bersih,” Ungkap, Ikbal.

Nampak berulangkali rekaman video KSO Basman terlihat ngotot memaksa masuk untuk melakukan penambangan di lokasi Eks IUP KMS 27, bahkan membuat pernyataan bahwa bersedia untuk bertanggungjawab jika kemudian berhadapan dengan Hukum.

Baca Juga :  PT MLP dan PT KES Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Konawe Utara

“Atas dasar apa KSO Basman, beraktivitas tanpa Legalitas dan bekerjasama dengan siapa, sehingga leluasa merambah kawasan hutan. Ataukah Aparat Penegak Hukum terlibat berkonspirasi untuk melakukan Penambangan di Kawasan Hutan. Kami berharap PT Antam, selaku pemilik IUP harus mengambil langkah kongkrit untuk menghentikan Kegiatan Penambangan di Kawasan Hutan,” Imbuhnya.

Pihaknya menegaskan bahwa Jika PT Antam tidak melakukan pemberhentian maka Jelas PT. Antam adalah merupakan bagian dari KSO Basman yang menambang di Kawasan Hutan Eks KMS 27 dan blok mandiodo secara keseluruhan.

“Kami berharap aparat penegak hukum, dapat sesegera mungkin untuk memproses Kasus ini dan memastikan penegakan supremasi hukum dan keadilan di Bumi Konawe Utara,” Pungkasnya. (*Red/KR)


 

Follow WhatsApp Channel kroscek.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Renang Muda Konawe Utara Ardina Nurul Fauziah Borong 4 Emas dan 2 Perak di Akuatik Sprint Challenge 2026
Tanah Sengketa di Jantung Kota Kolaka Disorot: Diduga Jadi Arena Sabung Ayam hingga Peredaran Narkoba
UMKM Naik Kelas, PT MLP melalui Program SEHATI Dorong Produk Lokal Tembus Ritel Modern
LIRA Sultra Desak Gakkum LLAJ Tindak Tegas Truk ODOL PT St. Nickel Resources
Merawat Ingatan, Menghidupkan Nilai Penghormatan dan Jati Diri Leluhur Adat Tolaki
Mencuat di Persidangan, PP GPI Desak KPK Periksa Raffi Ahmad Kasus Impor Bea Cukai
Angin Segar! Pelepasan Kawasan Hutan di Konut, Muhardin: Kepastian Hak Masyarakat Harus Dituntaskan
Penurunan Status Kawasan Hutan di Konut untuk Desa dan Transmigrasi Ditargetkan Terealisasi 2026

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:29 WITA

Atlet Renang Muda Konawe Utara Ardina Nurul Fauziah Borong 4 Emas dan 2 Perak di Akuatik Sprint Challenge 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:59 WITA

Tanah Sengketa di Jantung Kota Kolaka Disorot: Diduga Jadi Arena Sabung Ayam hingga Peredaran Narkoba

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:37 WITA

UMKM Naik Kelas, PT MLP melalui Program SEHATI Dorong Produk Lokal Tembus Ritel Modern

Senin, 15 Juni 2026 - 08:57 WITA

Merawat Ingatan, Menghidupkan Nilai Penghormatan dan Jati Diri Leluhur Adat Tolaki

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:09 WITA

Mencuat di Persidangan, PP GPI Desak KPK Periksa Raffi Ahmad Kasus Impor Bea Cukai

Berita Terbaru

error: Dilarang Copy Paste!