Konawe Utara, Kroscek.co.id – Memasuki usia ke-19 tahun pada 2 Januari 2026, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dinilai telah melewati fase transisi penting menuju daerah dengan fondasi pembangunan yang semakin matang.
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Anton Timbang, konsistensi Pemerintah Kabupaten Konawe Utara dalam mengintegrasikan pembangunan fisik, Olahraga, penguatan identitas sosial-budaya, serta pengembangan ekonomi masyarakat.
Dibawah kepemimpinan Bupati Konawe Utara H. Ikbar, S.H., M.H. dan Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., Konawe Utara menunjukkan pola kepemimpinan yang adaptif terhadap tantangan sekaligus responsif terhadap kebutuhan masyarakatnya.
“Di Usia ke-19 Tahun Konawe Utara matang “Menguatkan Identitas, Menggapai Masa Depan” dipandang bukan sekadar slogan, melainkan kerangka konseptual yang diterjemahkan dalam kebijakan dan program daerah,” tegas Anton Timbang kepada Kroscek.co.id, Kamis (1/1/2026).
Pendekatan ini, menurut Anton Timbang sejalan dengan perspektif tentang pembangunan berkelanjutan, yang menempatkan identitas lokal sebagai modal utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan stabilitas sosial.

Salah satu wujud konkret dari pendekatan tersebut terlihat melalui penyelenggaraan Festival Konasara. Dari sudut pandang festival ini berfungsi sebagai ruang interaksi multidimensi: pelestarian budaya, penguatan kohesi sosial, serta stimulasi ekonomi lokal.
Dalam perspektif kebijakan publik, penyediaan infrastruktur olahraga yang digalakkan Bupati Ikbar tidak hanya berdampak pada prestasi atlet, tetapi juga membuka ruang ekonomi baru melalui sport tourism dan industri pendukungnya.
“Pembangunan sirkuit balap merupakan investasi jangka panjang. Ini bukan semata fasilitas olahraga, tetapi instrumen pembangunan ekonomi dan pembinaan generasi muda masa depan Konawe Utara,” tambah Anton.
Sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sultra, Anton juga menyoroti keterkaitan antara pembangunan infrastruktur, kegiatan budaya, dan iklim investasi di Bumi Oheo.
Menurutnya, stabilitas sosial, identitas daerah yang kuat, serta keberanian pemerintah daerah dalam mengeksekusi program strategis menjadi faktor penentu meningkatnya kepercayaan investor masuk ke Konawe Utara.
Kehadiran Festival Konasara berskala besar dinilai mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect), khususnya bagi pelaku UMKM, sektor jasa, dan ekonomi kreatif masyarakat.
“Konawe Utara kini berada pada fase institutional strengthening, yakni tahap penguatan tata kelola pemerintahan dan kolaborasi lintas sektor yang berkesinambungan,” jelas Anton.
Sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan komunitas dinilai sebagai modal penting untuk memastikan keberlanjutan pembangunan.
Perayaan HUT ke-19 Konawe Utara tidak semata menjadi seremoni tahunan, tetapi momentum reflektif untuk menilai capaian dan menegaskan arah ekonomi ke depan.
“Dengan basis kebijakan yang semakin rasional, partisipatif, dan berbasis potensi lokal, Konawe Utara dinilai memiliki peluang besar tumbuh sebagai pusat pertumbuhan baru di Sulawesi Tenggara,” Tegasnya.
Tantangan ke depan, lanjut Anto timbang, bahwa bukan lagi soal memulai pembangunan, melainkan menjaga konsistensi, kualitas kebijakan, serta keberlanjutan program.
“Konawe Utara telah melangkah. Kini, tantangannya adalah memastikan setiap langkah memberi dampak nyata dan berjangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” Pungkasnya.
Untuk diketahui, Kekayaan alam Kabupaten Konawe Utara termasuk dalam kategori tingkat tinggi/melimpah terutama untuk komoditas nikel.
Daerah ini dikenal memiliki cadangan nikel terbesar, tidak hanya di Sulawesi Tenggara, tetapi bahkan disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar secara hipotetik di dunia.
- Pertanian dan Perkebunan: Potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya pertanian dan perkebunan.
- Perikanan: Potensi sumber daya laut dan perikanan yang melimpah.
- Pariwisata: Memiliki potensi wisata alam, terutama pantai dan laut.
- Mineral Lainnya: Selain nikel, juga terdapat potensi bijih besi laterit dan emas.













