Hari Kedua Patuh Anoa, Satlantas Konut Tindak Pelanggar Kasat Mata

- Redaksi

Selasa, 15 Juli 2025 - 09:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) menggelar Operasi Patuh Anoa 2025, Fokus penindakan terhadap pelanggaran kasat mata dan pendekatan humanis dan edukatif terhadap para pengendara, Selasa (15/07/2025). Foto : Polres Konut.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) menggelar Operasi Patuh Anoa 2025, Fokus penindakan terhadap pelanggaran kasat mata dan pendekatan humanis dan edukatif terhadap para pengendara, Selasa (15/07/2025). Foto : Polres Konut.

Konawe Utara, Kroscek.co.id – Kepolisian Resor (Polres) Konawe Utara (Konut) melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) resmi menggelar Operasi Patuh Anoa 2025, yang dimulai Senin, 14 Juli 2025.

Kegiatan ini berlangsung selama 14 hari ke depan hingga 27 Juli 2025. Di hari pertama dan Kedua pelaksanaan, Satlantas Polres Konut mengedepankan penindakan terhadap pelanggaran kasat mata dan pendekatan humanis dan edukatif terhadap para pengendara.

Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas Polres Konawe Utara, IPTU Aldiansyah As’ad, S.H., M.H., menegaskan bahwa operasi ini tidak hanya soal penindakan hukum, tetapi lebih kepada upaya preventif dan edukatif yang bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Baca Juga :  HUT Bhayangkara ke-79, Bupati Ikbar: Polri Adalah Wajah Negara

“Hari ini kami tindak pelanggaran kasat mata seperti tidak menggunakan helm, berboncengan lebih dari dua orang, knalpot Brong, atau berkendara melawan arus. Tapi yang lebih kami tekankan adalah sosialisasi dan edukasi langsung di lapangan,” ujar IPTU Aldiansyah kepada awak media.

Delapan Pelanggaran Jadi Fokus Atensi

Operasi Patuh Anoa tahun ini mengusung tema: “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas”, dengan fokus pada delapan pelanggaran prioritas, yaitu:

  1. Menggunakan ponsel saat berkendara.
  2. Pengemudi di bawah umur.
  3. Sepeda motor berboncengan lebih dari dua orang.
  4. Tidak menggunakan helm SNI dan sabuk pengaman.
  5. Berkendara di bawah pengaruh alkohol.
  6. Melawan arus.
  7. Melebihi batas kecepatan.
  8. Kendaraan Over Dimensi dan Over Loading (ODOL).
Baca Juga :  Edukasi Keselamatan, Satlantas Polres Konut Gelar Kuis Helm di SMAN 1 Asera

Kasat Lantas menegaskan bahwa pelanggaran-pelanggaran tersebut adalah penyumbang utama kecelakaan lalu lintas, sehingga harus menjadi perhatian bersama.

“Bukan sekadar untuk menindak pelanggar, operasi ini adalah momentum membangun budaya tertib lalu lintas yang dimulai dari kesadaran individu,” tambahnya.

Pendekatan Persuasif Jadi Kunci

Dalam pelaksanaan operasi, petugas di lapangan juga melakukan pembinaan dan pengarahan humanis kepada pengendara, pelajar, serta komunitas pengguna jalan lainnya.

Metode ini dianggap lebih efektif dalam menciptakan perubahan perilaku jangka panjang dibanding hanya sebatas penindakan hukum.

“Kami ingin masyarakat melihat polisi bukan sekadar penegak aturan, tapi juga pembina dan pelindung. Karena itu, pendekatan yang kami gunakan bersifat persuasif, edukatif, dan humanis, sesuai arahan dari Kapolres Konut, AKBP Rico Fernanda, S.H., S.I.K., M.H.,” jelas IPTU Aldiansyah.

Baca Juga :  IMI dan Satlantas Konawe Utara Sinergi Kawal Latihan Road Race

Membangun Budaya Tertib dari Bawah

Operasi Patuh Anoa seharusnya menjadi ruang pembelajaran kolektif, bukan sekadar rutinitas tahunan.

Oleh karena itu, pelibatan aktif tokoh masyarakat, sekolah, komunitas pemuda, serta stakeholder lintas sektor menjadi bagian penting dalam menciptakan budaya berlalu lintas yang tertib, aman, dan berkelanjutan.

“Kami ingin menekan angka kecelakaan dan pelanggaran bukan karena takut ditilang, tetapi karena tumbuhnya kesadaran dan tanggung jawab terhadap keselamatan bersama. Mari tertib bukan karena diawasi, tapi karena peduli,” Pungkasnya. (**)


Laporan : Muh. Sahrul

Berita Terkait

LPPK Sultra Sambangi KPK, Desak Usut Proyek ‘Mangkrak’ Stadion Lakidende
Skandal Korupsi RSUD Koltim, KPK Telusuri Aliran Dana ke Partai Politik dan Properti
Bupati Kolaka Timur Abdul Azis Ditangkap KPK Usai Hadiri Rakernas NasDem
Bupati Abdul Azis Bantah soal OTT KPK, Ruangan Bina Marga Disegel KPK
Bupati Kolaka Timur Terjaring OTT KPK, Diduga Terkait Kasus Gratifikasi
Edukasi Keselamatan, Satlantas Polres Konut Gelar Kuis Helm di SMAN 1 Asera
Wakapolda Sultra Ulang Tahun: Panjang Umur Jenderal, Tetap Gagah dan Sehat Selalu!
Kecelakaan “Adu Banteng” di Oheo, Dua Mobil Rusak Parah

Berita Terkait

Senin, 11 Agustus 2025 - 18:19 WITA

LPPK Sultra Sambangi KPK, Desak Usut Proyek ‘Mangkrak’ Stadion Lakidende

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 08:58 WITA

Skandal Korupsi RSUD Koltim, KPK Telusuri Aliran Dana ke Partai Politik dan Properti

Jumat, 8 Agustus 2025 - 09:21 WITA

Bupati Kolaka Timur Abdul Azis Ditangkap KPK Usai Hadiri Rakernas NasDem

Kamis, 7 Agustus 2025 - 13:59 WITA

Bupati Abdul Azis Bantah soal OTT KPK, Ruangan Bina Marga Disegel KPK

Kamis, 7 Agustus 2025 - 13:16 WITA

Bupati Kolaka Timur Terjaring OTT KPK, Diduga Terkait Kasus Gratifikasi

Berita Terbaru

Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H., M.H., dan Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., siap Sukseskan Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pemerintah

Konawe Utara Matangkan Strategi Sukseskan SPI 2025 KPK

Senin, 25 Agu 2025 - 14:39 WITA

error: Dilarang Copy Paste!