Korban Kecelakaan Kerja PT Antam di Konut Belum Terima Hak Sejak 2009 - https://kroscek.co.id/

Korban Kecelakaan Kerja PT Antam di Konut Belum Terima Hak Sejak 2009

- Redaksi

Sabtu, 28 Juni 2025 - 13:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guslimin, warga Desa Watukila, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), korban kecelakaan kerja alami patah tulang belakang, saat eksplorasi pengeboran oleh PT Aneka Tambang (Antam) Geomin pada tahun 2009 di wilayah Bawulu. Foto : Ist.

Guslimin, warga Desa Watukila, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), korban kecelakaan kerja alami patah tulang belakang, saat eksplorasi pengeboran oleh PT Aneka Tambang (Antam) Geomin pada tahun 2009 di wilayah Bawulu. Foto : Ist.

Konawe Utara, Kroscek.co.id – Nasib pilu menimpa Guslimin, warga Desa Watukila, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), yang menjadi korban kecelakaan kerja saat kegiatan eksplorasi pengeboran oleh PT Aneka Tambang (Antam) Geomin pada tahun 2009 di wilayah Bawulu.

Setelah lebih dari 15 tahun berlalu, Guslimin belum juga menerima hak-haknya sebagai pekerja yang mengalami kecelakaan kerja.

Guslimin mengalami patah tulang pinggang saat menjalankan tugas pengeboran. Cedera tersebut menyebabkan kecacatan permanen, membuatnya tak lagi mampu melakukan pekerjaan fisik untuk menghidupi keluarganya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini telah memaksanya bergantung sepenuhnya pada bantuan keluarga dan pengobatan pribadi yang terus berlangsung hingga hari ini.

Ironisnya, hingga kini pihak keluarga mengaku PT Antam belum menunjukkan tanggung jawab serius atas insiden tersebut.

Baca Juga :  Ridwan Bae Prioritaskan Konawe Utara, IJD hingga BSPS Siap Digulirkan 2026

Tidak ada pembiayaan pengobatan, santunan, atau bentuk perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan, padahal hak tersebut semestinya melekat pada status Guslimin sebagai pekerja lapangan.

“Pihak keluarga sudah berulang kali menyampaikan langsung ke pihak PT Antam, tapi hanya diberi janji tanpa realisasi. Tidak ada langkah nyata sampai hari ini,” ungkap Guslimin.

Keluarga mengaku sangat kecewa atas sikap diam dan pembiaran dari perusahaan besar yang seharusnya menjunjung tinggi prinsip keselamatan kerja dan tanggung jawab sosial terhadap pekerja.

Kasus ini kembali menjadi sorotan publik dan menggambarkan lemahnya penegakan hak-hak pekerja, khususnya di sektor pertambangan yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Tidak adanya kepastian hukum dan perlindungan jangka panjang terhadap korban kecelakaan kerja mencerminkan adanya celah serius dalam pengawasan dan penegakan aturan ketenagakerjaan di PT Antam.

Baca Juga :  Hari Ini, Bupati Konawe Utara Lantik Pengurus Baru Karang Taruna 2025–2030

Diharapkan, baik pihak PT Antam, pemerintah daerah, hingga instansi pusat seperti Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan segera mengambil langkah tegas dan konkret untuk menuntaskan kasus ini secara adil dan manusiawi.

“Jangan sampai korban-korban seperti Guslimin terus dilupakan, seolah tidak pernah berjasa dalam kegiatan perusahaan. Keadilan harus ditegakkan,” pungkas perwakilan keluarga.

Sementara itu, pihak Human Capital Business Partner PT Antam UBPN Konawe Utara, Sandy, menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Dalam keterangannya, Sandy mengakui bahwa peristiwa kecelakaan itu terjadi jauh sebelum dirinya bergabung dengan perusahaan.

“Kejadiannya tahun 2009. Saya baru bergabung di Antam tahun 2024. Namun kami tetap berkomitmen akan menindaklanjuti persoalan ini secara internal,” ujarnya, Sabtu 28 Juni 2025.

Sandy menyatakan bahwa saat ini PT Antam UBPN Konut telah menerapkan perlindungan ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan untuk seluruh karyawan.

Baca Juga :  Konawe Utara Siaga! Pastikan Ramadhan Aman dan Kondusif

“PT Antam telah menerapkan BPJS Ketenagakerjaan untuk seluruh karyawan, yang mencakup kecelakaan kerja, jaminan hari tua, dan jaminan kematian,” Singkatnya. (**)


Laporan : Muh. Sahrul

Berita Terkait

Ultimatum PT SCM, Raja Konawe: Penuhi Janji atau Tinggalkan Routa
Lagi! Tumpahan Solar Picu Kecelakaan di Konut, Dishub Diminta Perketat Pengawasan Angkutan BBM
Berkah Ramadhan, Forkawa Konut Serahkan Donasi untuk Masjid Al-Muhajirin Wanggudu
Terima Parcel Lebaran, Mama Dela Ungkap Rasa Syukur Kepedulian PT Kembar Emas Sultra
Konawe Utara Siaga! Pastikan Ramadhan Aman dan Kondusif
Transparansi Anggaran Pendidikan Rp40 Miliar di Dikbud Sultra Dipertanyakan
Disnakertrans Konut Telusuri PHK PT SSB: Kalau Aturannya Loncat, Ya Kita Kejar!
KNPI Konut “Geram” Soroti PHK Sepihak dan Pungli di PT SSB, Desak Pemda Turun Tangan

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 16:03 WITA

Ultimatum PT SCM, Raja Konawe: Penuhi Janji atau Tinggalkan Routa

Senin, 30 Maret 2026 - 15:20 WITA

Lagi! Tumpahan Solar Picu Kecelakaan di Konut, Dishub Diminta Perketat Pengawasan Angkutan BBM

Selasa, 10 Maret 2026 - 01:54 WITA

Berkah Ramadhan, Forkawa Konut Serahkan Donasi untuk Masjid Al-Muhajirin Wanggudu

Kamis, 5 Maret 2026 - 02:43 WITA

Terima Parcel Lebaran, Mama Dela Ungkap Rasa Syukur Kepedulian PT Kembar Emas Sultra

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:04 WITA

Konawe Utara Siaga! Pastikan Ramadhan Aman dan Kondusif

Berita Terbaru

error: Dilarang Copy Paste!