Konawe Utara, Kroscek.co.id – Pemerintah Kelurahan Wanggudu, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara (Konut), terus memperkuat gerakan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan kebun P2KP (Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan) yang dikelola Tim Penggerak Kelurahan PKK.
Melalui program ini, masyarakat diajak secara langsung untuk memanfaatkan hasil panen sayur-mayur yang tersedia di kebun P2KP sebagai bagian dari implementasi pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
Lurah Wanggudu, Hasanuddin, S.Si., menegaskan bahwa kebun P2KP bukan sekadar simbol kegiatan PKK, melainkan instrumen nyata dalam membangun kemandirian pangan di tingkat keluarga.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk datang dan mengambil hasil panen di kebun kita. Silakan diambil sesuai ukuran agar semua warga mendapat bagian. Ini untuk kebutuhan keluarga kita bersama,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

Berbagai komoditas hortikultura tersedia, antara lain bayam, kangkung, tomat, cabai merah dan hijau, bawang merah, bawang putih, serta sejumlah sayuran lainnya yang ditanam dan dikelola secara berkelanjutan.
Edukasi Pola Konsumsi B2SA
Program P2KP merupakan bagian dari strategi nasional dalam mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat, dari yang semula bertumpu pada satu jenis pangan pokok menjadi pola konsumsi yang lebih beragam dan bernilai gizi seimbang.
Konsep B2SA menekankan empat prinsip utama:
- Beragam – Mengonsumsi berbagai jenis pangan, tidak hanya bergantung pada satu sumber karbohidrat.
- Bergizi – Memenuhi kebutuhan zat gizi makro dan mikro seperti protein, vitamin, dan mineral.
- Seimbang – Komposisi asupan sesuai kebutuhan tubuh berdasarkan usia dan aktivitas.
- Aman – Pangan bebas dari kontaminasi dan aman dikonsumsi.
Menurut Hasanuddin, gerakan ini juga menjadi bentuk edukasi langsung kepada masyarakat bahwa ketahanan pangan tidak selalu bergantung pada pasar, melainkan dapat dimulai dari pekarangan rumah.
“Ketika keluarga mampu menanam dan memanfaatkan hasil kebunnya sendiri, maka ketahanan pangan rumah tangga akan lebih kuat. Ini juga mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan kualitas konsumsi,” tegasnya.
Strategi Ketahanan Pangan Berbasis Komunitas

Kerja sama antara TP PKK dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Konawe Utara menunjukkan pendekatan kolaboratif dalam pembangunan sektor pangan.
Program ini tidak hanya fokus pada distribusi hasil panen, tetapi juga pada perubahan perilaku konsumsi dan penguatan kesadaran kolektif.
P2KP di Kelurahan Wanggudu dirancang sebagai model percontohan pemanfaatan lahan pekarangan yang produktif. Dengan pola tanam yang terencana, hasil panen dapat dinikmati secara berkelanjutan dan merata oleh warga.
Dalam konteks yang lebih luas, gerakan ini relevan dengan upaya pengendalian inflasi pangan serta peningkatan indeks ketahanan pangan daerah.
Ketika keluarga mampu memenuhi sebagian kebutuhan sayur secara mandiri, stabilitas konsumsi akan lebih terjaga.
Mendorong Partisipasi Aktif Warga

Pemerintah Kelurahan Wanggudu menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.
Distribusi hasil panen dilakukan dengan prinsip keadilan, yakni pembagian terukur agar seluruh warga memperoleh manfaat.
Langkah ini sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat, terutama menjelang momentum bulan suci Ramadhan, di mana kebutuhan pangan cenderung meningkat.
Dengan gerakan P2KP, Kelurahan Wanggudu menegaskan komitmennya untuk membangun ketahanan pangan berbasis keluarga dan komunitas.
Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan strategi berkelanjutan dalam membentuk pola konsumsi sehat dan memperkuat kemandirian pangan masyarakat Konawe Utara. (**)
Laporan: Muh. Sahrul













