Konawe Utara, Kroscek.co.id – Isu gizi dan kesehatan ibu-anak kembali ditegaskan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Konawe Utara.
Hal ini tercermin dalam kegiatan Bakti Sosial Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Konawe Utara yang secara resmi dibuka oleh Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH, didampingi Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, di Puskesmas Asera, Rabu (4/2/2026).
Bakti sosial tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional dengan tema “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045”, sebuah tema yang menegaskan korelasi langsung antara kualitas gizi hari ini dengan daya saing bangsa di masa depan.
Dalam kegiatan itu, Bupati Ikbar menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat penerima manfaat. Sebanyak 110 paket bantuan disalurkan kepada ibu dan anak, yang terdiri dari beras, telur, dan susu.
Bantuan ini bukan sekadar bersifat karitatif, tetapi menjadi intervensi gizi dasar yang relevan dengan upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas tumbuh kembang anak.
Dalam sambutannya, Bupati Ikbar menekankan bahwa bidan memiliki posisi strategis dalam sistem kesehatan daerah.
Menurutnya, bidan berada di garda terdepan dalam memastikan kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita, sekaligus menjadi aktor kunci dalam edukasi gizi keluarga.
“Upaya menekan stunting dan meningkatkan kualitas generasi tidak bisa ditunda. Intervensi gizi harus dimulai sejak dini, bahkan sejak dalam kandungan. Di sinilah peran bidan menjadi sangat menentukan,” tegas Ikbar.
Ia juga mengapresiasi konsistensi IBI Kabupaten Konawe Utara dalam menginisiasi kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Pemerintah daerah, kata Ikbar, memandang kegiatan bakti sosial ini sebagai bagian dari sinergi antara organisasi profesi dan pemerintah dalam menjawab persoalan kesehatan secara struktural.
Lebih jauh, Bupati Ikbar berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada momentum seremonial Hari Gizi Nasional semata, tetapi dapat dilakukan secara berkelanjutan dan diperluas hingga ke wilayah-wilayah dengan tingkat kerentanan gizi yang masih tinggi.
“Kegiatan seperti ini harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah siap mendukung, tetapi kunci keberhasilannya ada pada kolaborasi dan keberlanjutan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Konawe Utara, kepala OPD terkait, Ketua IBI Kabupaten Konawe Utara, Camat dan Lurah Asera, serta sejumlah Kepala Puskesmas se-Kabupaten Konawe Utara.
Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa isu gizi dan kesehatan ibu-anak bukan semata urusan tenaga kesehatan, melainkan agenda pembangunan daerah secara menyeluruh.
Melalui bakti sosial ini, pesan yang hendak disampaikan menjadi jelas: investasi terbesar Konawe Utara bukan hanya pada infrastruktur fisik, tetapi pada kualitas manusia. Dan gizi, sebagaimana ditegaskan dalam kegiatan ini, adalah titik awal dari seluruh proses tersebut. (**)
Laporan: Muh. Sahrul










