Konawe Utara, Kroscek.co.id – Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H., M.H., kembali menunjukkan sisi kepemimpinan yang berbeda. Bukan di balik meja birokrasi atau podium resmi, kali ini Ikbar hadir di tengah masyarakat melalui layar film lokal, berperan sebagai camat dalam film horor lokal Sulawesi Tenggara berjudul Arwah Pue Tuko.
Bagi sebagian pihak, langkah tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi masyarakat dan pelaku kreatif lokal, kehadiran langsung seorang Bupati dalam karya film daerah menjadi simbol kepemimpinan yang bersahaja, terbuka, dan mampu membaur tanpa sekat dengan berbagai elemen masyarakat progresif.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Konawe Utara, Ir. La Ode Muhaimin, S.T., M.P.W., menilai keterlibatan Bupati Ikbar bukan sekadar peran akting, melainkan wujud nyata kepemimpinan yang memahami perubahan zaman dan dekat dengan denyut kehidupan masyarakatnya.
Menurut Muhaimin, film lokal merupakan ruang ekspresi sekaligus medium komunikasi yang kuat. Melalui Arwah Pue Tuko, nilai-nilai budaya, cerita rakyat, dan identitas lokal Konawe Utara, Sultra pada umumnya, disampaikan secara lebih hidup, menyentuh emosi, dan mudah diterima oleh publik luas.

“Kehadiran Bupati dalam film ini menunjukkan bahwa pemimpin tidak harus selalu menjaga jarak dengan masyarakat. Justru dengan membaur, pemimpin bisa menjadi bagian dari energi kreatif yang sedang tumbuh,” ujar Muhaimin, Minggu (4/1/2026).
Ia menjelaskan, Konawe Utara memiliki kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang luar biasa. Namun potensi tersebut membutuhkan pendekatan yang lebih manusiawi dan kreatif agar dapat dikenal secara luas.
Film, menurutnya, menjadi jembatan yang efektif antara pemerintah, masyarakat, dan dunia luar. Lebih dari aspek promosi daerah, keterlibatan Bupati Ikbar juga dipandang sebagai bentuk dukungan moral kepada generasi muda dan pelaku kreatif lokal Sulawesi Tenggara.

Pemerintah daerah hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi sebagai mitra yang memberi ruang, kepercayaan, dan teladan.
“Ketika seorang kepala daerah mau turun langsung, ikut terlibat, dan memberi contoh, itu memberi pesan kuat bahwa kreativitas adalah bagian dari masa depan daerah,” jelas Muhaimin.
Dari sisi pembangunan, langkah ini mencerminkan Bupati Ikbar tidak kaku, berani keluar dari pola lama, dan responsif terhadap dinamika sosial. Pemimpin hadir sebagai penggerak, bukan sekadar pengarah, sebagai bagian dari proses, bukan hanya pengambil keputusan.
“Saya percaya, kemajuan daerah lahir dari kebersamaan. Ketika Pemimpin dan masyarakat berjalan bersama dan saling percaya, pembangunan tidak lagi terasa sebagai program semata. Maka karya, budaya, dan harapan akan tumbuh dengan sendirinya,”
Kepala Bapperida Konawe Utara menilai pendekatan seperti ini penting untuk menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya.
Keterlibatan Bupati Konawe Utara dalam film Arwah Pue Tuko menjadi potret kecil tentang kepemimpinan yang membumi: sederhana dalam sikap, terbuka terhadap inovasi, dan dekat dengan masyarakatnya.
“Sebuah pesan bahwa kemajuan daerah tidak hanya dibangun dengan beton dan regulasi, tetapi juga dengan kepercayaan, kebersamaan, dan keberanian untuk menyatu dengan rakyat,” kata La Ode Muhaimin. (**)













