Blitar, Kroscek.co.id – Deru mesin dan aspal panas di Sirkuit Non Permanen (NP) Kota Blitar, Jawa Timur (Jatim), Minggu (15/2/2026), menjadi saksi lahirnya kebanggaan baru bagi Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Ketatnya persaingan ajang bergengsi Blitar Road Race Championship Piala Sahabat Dito 2026, satu nama dari timur Indonesia mencuri perhatian. Wahdany, pembalap muda dengan nomor start 132 Berasal dr Daerah Kabupaten Konawe Utara
Wahdany datang bukan sekadar meramaikan lomba. Ia datang membawa binaan daerah. Membawa harapan. Membawa semangat pembinaan yang selama ini dibangun oleh IMI Kabupaten Konawe Utara bersama Pemerintah Daerah.
Di lintasan yang dihuni para rider profesional dari berbagai daerah di Pulau Jawa, bahkan sebagian telah mencicipi atmosfer balap internasional. Wahdany menunjukkan mentalitas petarung. Tenang saat start. Presisi di tikungan. Agresif namun terukur saat menyalip. Ia tidak gentar menghadapi tekanan.

Hasilnya bukan main-main. Wahdany sukses meraih:
- Juara 1 Bebek 2 Tak 125cc Novice
- Juara 1 Supermoto Pemula
- Juara 3 Bebek 2 Tak 116cc Novice
- Juara 4 Bebek 2 Tak 125cc Bebas Usia
Empat kelas, empat podium. Dua di antaranya berdiri di posisi tertinggi. Ini bukan keberuntungan. Ini hasil latihan, disiplin, dan pembinaan yang serius.
Pembalap muda ini diketahui menimba ilmu di sekolah balap motor Tommy Salim Racing School. Tempaan teknik, strategi balap, hingga penguatan mental menjadi bekal penting saat berhadapan dengan lawan-lawan yang secara pengalaman jauh lebih matang.
Namun Wahdany membuktikan satu hal, yakni kualitas tidak ditentukan oleh asal daerah Binaan, tetapi oleh kerja keras dan ketekunan.
Ketua IMI Konawe Utara, Andi Irawan Labuku, S.H., tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut adalah buah dari komitmen pembinaan yang konsisten.
“Kami sangat bangga. Event di Jawa ini bukan event biasa. Persaingan sangat ketat dan diikuti pembalap-pembalap bertalenta tinggi, bahkan ada yang sudah pernah masuk kancah internasional berlaga dengan persaingan ketat,” tegas Andi Irawan yang akrab disapa Ndung kepada Kroscek.co.id, Minggu (15/02/2026).
Lebih dari sekadar kemenangan pribadi, menurut Andi irawan labuku, prestasi Wahdany menjadi simbol binaan dan kebangkitan olahraga otomotif di Konawe Utara. Di bawah dukungan dan komando support Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H., M.H., pembinaan atlet tidak lagi bersifat sporadis, melainkan terarah dan berjenjang.
“Tapi Raider balap dan anak binaan kita mampu menunjukkan kualitasnya. Ini bukti bahwa pembinaan di Konawe Utara berjalan dan menghasilkan,” tegas Andi Irawan.
Kehadiran Wahdany di podium Blitar mengirim pesan kuat, bahwa telenta anak-anak Sulawesi Tenggara mampu berdiri sejajar dengan pembalap Jawa yang selama ini dikenal sebagai barometer balap nasional.
“Tidak ada sekat geografis dalam kompetisi. Yang ada hanyalah keberanian, kerja keras, dan keyakinan, bahwa kita (Konawe Utara red) mampu memberikan hasil binaan terbaik,” Jelasnya.
Prestasi ini juga menjadi suntikan motivasi bagi generasi muda Konawe Utara. Bahwa mimpi tidak harus dibatasi oleh jarak. Bahwa dari timur Indonesia pun, talenta bisa bersinar di lintasan nasional.
Wahdany telah membuktikannya. Start 132 bukan sekadar nomor. Ia kini menjadi simbol kebanggaan daerah. Dan ini baru permulaan disaat kepemimpinan Bupati Ikbar. (**)
Laporan: Muh. Sahrul













