Konawe Utara, Kroscek.co.id – Malam penutupan Festival Konasara 2026 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), berlangsung semarak dan penuh antusiasme.
Ribuan warga memadati Bundaran CBD Konasara, Kelurahan Wanggudu, Kecamatan Asera, Jumat malam (2/1/2026), menjadikan penutupan festival ini sebagai salah satu momentum perayaan terbesar di daerah Bumi Oheo.
Puncak acara semakin meriah dengan penampilan artis Nella Kharisma, dan dihebohkan hadirnya Artis pendatang baru Nasional, DJ Panda yang sukses menghibur masyarakat dari berbagai penjuru Konawe Utara.
Festival ini tidak hanya menjadi ruang hiburan rakyat, tetapi juga simbol konsistensi pemerintah daerah dalam mengintegrasikan pembangunan, budaya, dan partisipasi publik dalam satu agenda strategis.
Turut hadir dalam malam penutupan, mantan Bupati Konawe Utara dua periode, Dr. Ir. H. Ruksamin, S.T., M.Si., IPU, ASEAN Eng. Dalam sambutannya, Ruksamin memberikan penegasan sekaligus meluruskan isu yang sempat berkembang di tengah masyarakat terkait pembangunan logo berbentuk bulan sabit di kawasan CBD Konasara.
Ia menegaskan bahwa simbol tersebut bukan representasi partai politik atau organisasi tertentu, melainkan bagian integral dari identitas Konasara sebagai konsep pembangunan daerah.
“Logo yang dibangun di CBD Konasara adalah logo Konasara. Itu satu-satunya yang saya bangun. Bulan sabit di sana bukan lambang partai atau organisasi, melainkan simbol petunjuk bagi siapa pun yang ingin membangun,” tegas Ruksamin di hadapan publik.
Ia menjelaskan, keberadaan 99 Asmaul Husna yang tertera di kawasan tersebut merupakan representasi nilai spiritual dan moral sebagai arah pembangunan, bukan muatan politik.
Penegasan ini disampaikan untuk mengakhiri spekulasi yang dinilai dapat mengaburkan substansi pembangunan kawasan CBD Konasara sebagai ruang publik dan ikon daerah.
Lebih lanjut, Ruksamin mendorong agar pembangunan Konasara Teknopark dilanjutkan sebagai bagian dari program pembangunan berkelanjutan.
Ia secara terbuka meminta Bupati dan Wakil Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H., M.H., dan H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., saat ini untuk menuntaskan pembangunan kawasan CBD Konasara secara menyeluruh dan terintegrasi.
“Konasara Teknopark harus dibangun sebagai kelanjutan dari visi besar daerah. Saya berharap Bupati dan Wakil Bupati dapat menuntaskan pembangunan CBD Konasara agar benar-benar menjadi pusat pertumbuhan baru,” ujarnya.
Festival Konasara 2026 sendiri menjadi refleksi perjalanan 19 tahun Kabupaten Konawe Utara, sekaligus penegasan arah masa depan daerah.
Pemerintah daerah menempatkan festival ini bukan semata agenda seremonial, melainkan instrumen pemersatu masyarakat, penguatan identitas lokal, serta penggerak ekonomi rakyat melalui keterlibatan UMKM, pelaku seni, dan sektor jasa.
Malam penutupan yang padat dan meriah ini menegaskan satu pesan kuat, Konawe Utara terus bergerak, bertumbuh, dan berani tampil dengan identitasnya sendiri, menjadikan Festival Konasara sebagai simbol optimisme dan kesinambungan pembangunan daerah. (**)













