Konawe Utara, Kroscek.co.id – Tumpahan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di ruas jalan Desa Abola, Kecamatan Lasolo, Konawe Utara (Konut) tepatnya di tanjakan perbatasan Abola–Otipulu, diduga menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas pengendara sepeda motor.
Peristiwa tersebut terjadi di jalur menikung dan menanjak, yang secara kondisi sudah memiliki tingkat kerawanan tinggi. Permukaan jalan yang licin akibat tumpahan solar memperparah situasi, sehingga kendaraan roda dua kehilangan kendali saat melintas.
Berdasarkan informasi di lapangan, bekas tumpahan solar terlihat jelas membentang di badan jalan. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara motor yang rentan tergelincir.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah warga menyayangkan tidak adanya penanganan cepat, seperti pembersihan jalan maupun pemasangan tanda peringatan di lokasi kejadian.
“Kalau jalan sudah licin begitu, sangat berbahaya. Apalagi ini tanjakan dan tikungan,” ujar salah satu warga setempat.
Diduga Akibat Kelalaian Transportir BBM
Tumpahan solar tersebut kuat dugaan berasal dari kendaraan pengangkut BBM yang melintas di jalur tersebut. Jika benar, maka hal ini mengindikasikan adanya kelalaian dalam sistem pengangkutan, baik dari sisi kendaraan maupun pengamanan muatan.
Secara regulasi, transportir BBM wajib memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, tidak mengalami kebocoran, serta memenuhi standar keselamatan distribusi bahan bakar.
Jika kelalaian terbukti dan menyebabkan kecelakaan, maka pihak pengangkut dapat dikenakan sanksi pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Dishub Diminta Perketat Pengawasan
Menanggapi kejadian ini, peran Dinas Perhubungan (Dishub) Konawe Utara turut menjadi sorotan, khususnya dalam fungsi pengawasan angkutan barang berisiko tinggi.
Dishub memiliki kewenangan dalam memastikan kelayakan kendaraan melalui uji KIR serta penertiban operasional angkutan di jalan. Namun demikian, tanggung jawab utama atas insiden tetap berada pada pihak pengangkut BBM.
Meski begitu, penguatan pengawasan dinilai penting guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Pengawasan harus diperketat, terutama kendaraan pengangkut BBM. Karena ini menyangkut keselamatan banyak orang,” kata Lukman salah satu warga Konut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa distribusi BBM tidak hanya soal kelancaran pasokan, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan publik.
Diperlukan langkah cepat dari pihak terkait, mulai dari pembersihan jalan, penelusuran sumber tumpahan, hingga evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengangkutan BBM di wilayah Konawe Utara.
Hingga saat ini Kepala Dishub Konut, Rahmatullah belum memberikan klarifikasi. Jika tidak ditangani serius, kondisi serupa berpotensi kembali terjadi dan menimbulkan korban yang lebih besar.**
Laporan: Muh. Sahrul


















