Konawe Utara, Kroscek.co.id – Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Konawe Utara (Konut) turut menghadiri pelantikan dan pengukuhan Pengurus Karang Taruna Kabupaten Konawe Utara periode 2025–2030.
Kehadiran tersebut menjadi wujud dukungan nyata terhadap penguatan peran generasi muda dalam pembangunan daerah.
Momentum pelantikan tidak dipandang sebagai agenda seremonial semata. Bagi IMI Konawe Utara, kegiatan ini merupakan titik awal konsolidasi organisasi kepemudaan agar mampu bergerak lebih terarah, terstruktur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ketua IMI Konawe Utara, Andi Irawan Labuku, melalui Sekretaris IMI Konawe Utara, Mikial, menyampaikan bahwa kepengurusan baru Karang Taruna memikul tanggung jawab besar dalam membangun karakter dan kapasitas pemuda.
“Pelantikan ini harus menjadi awal kerja konkret. Organisasi kepemudaan tidak boleh berhenti pada struktur. Harus ada program yang jelas, terukur, dan menyentuh kebutuhan generasi muda hingga tingkat desa dan kelurahan,” tegas Mikial.
IMI Konawe Utara menilai Karang Taruna memiliki peran strategis sebagai ruang pendidikan sosial nonformal. Di dalamnya, pemuda belajar kepemimpinan, manajemen organisasi, komunikasi publik, hingga kerja tim.

Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang tangguh dan berintegritas.
Dalam konteks itu, sinergi antarorganisasi menjadi kunci. IMI sebagai organisasi olahraga bermotor tidak hanya fokus pada kompetisi, tetapi juga pembinaan karakter, kedisiplinan, keselamatan berkendara, dan sportivitas.
Olahraga bermotor, bila dikelola dengan baik, dapat menjadi wadah positif untuk menyalurkan minat dan bakat generasi muda.
Edukasi mengenai keselamatan lalu lintas, etika berkendara, serta tanggung jawab sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembinaan tersebut.
Mikial menegaskan kesiapan untuk membangun kolaborasi program dengan Karang Taruna, terutama dalam pengembangan kegiatan kepemudaan berbasis kreativitas dan produktivitas.
Bentuk kolaborasi dapat berupa pelatihan keselamatan berkendara, event olahraga otomotif yang terorganisir, hingga kegiatan sosial yang melibatkan komunitas pemuda.

Pendekatan kolaboratif dinilai lebih efektif dalam menjawab tantangan generasi muda saat ini, yang dihadapkan pada dinamika sosial, perkembangan teknologi, serta perubahan gaya hidup.
“Pemuda membutuhkan ruang positif. Jika organisasi kepemudaan bergerak bersama, dampaknya akan jauh lebih besar dibanding berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Pelantikan Karang Taruna periode 2025–2030 menjadi momentum strategis memperkuat jejaring organisasi kepemudaan di Konawe Utara.
Dengan dukungan lintas sektor, diharapkan Karang Taruna mampu menjadi pusat gerakan sosial yang progresif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Organisasi kepemudaan bukan hanya tempat berhimpun. Ia adalah wadah kaderisasi, ruang inovasi, sekaligus mitra pemerintah dalam membangun daerah.
Ketika pemuda diberi ruang, diarahkan, dan didukung melalui program yang tepat, maka potensi yang ada dapat berkembang menjadi kekuatan pembangunan.
IMI Konawe Utara menegaskan bahwa kolaborasi, disiplin, dan komitmen adalah fondasi utama. Jika organisasi kepemudaan bergerak dalam satu visi, maka Konawe Utara akan memiliki generasi muda yang bukan hanya aktif, tetapi juga produktif dan berdaya saing.
Pelantikan telah dilaksanakan. Tantangan berikutnya adalah memastikan program berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat secara luas. (**)
Laporan: Muh. Sahrul















