Konawe Utara, Kroscek.co.id – Pembangunan infrastruktur bukan sekadar soal jalan dan jembatan. Ia menyentuh denyut ekonomi, keselamatan warga, hingga masa depan generasi.
Kesadaran itulah yang kini ditegaskan Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Pemkab Konut) dalam merespons arahan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, agar daerah lebih aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam mengawal anggaran pembangunan.
Sebelumnya, Ridwan Bae secara tegas meminta Bupati Konawe Utara, Ikbar, untuk tidak pasif menunggu kebijakan turun dari pusat.
Ia mendorong agar pemerintah daerah membangun komunikasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum serta memperkuat sinergi dengan DPR RI demi memastikan kebutuhan infrastruktur Konawe Utara mendapat perhatian dalam pembahasan anggaran Nasional.
Arahan tersebut disambut cepat oleh Bupati Ikbar. Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak akan menunggu, melainkan segera bergerak dengan langkah konkret dan terukur.
Koordinasi bersama Dinas PUPR Kabupaten Konawe Utara diperkuat untuk menyusun daftar prioritas berbasis data lapangan sebelum disampaikan secara resmi melalui balai teknis di Sulawesi Tenggara.
“Infrastruktur menyangkut keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Kami tidak ingin hanya mengusulkan, tetapi memastikan setiap usulan memiliki dasar kuat dan benar-benar menjawab kebutuhan warga,” tegas Ikbar.
Infrastruktur sebagai Fondasi Kesejahteraan Masyarakat Konut
Bagi masyarakat Konawe Utara, kondisi jalan bukan sekadar akses transportasi. Ia adalah jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan, akses menuju sekolah dan fasilitas kesehatan, hingga penopang aktivitas ekonomi harian.
Ketika jalan rusak atau sulit dilalui, dampaknya langsung terasa pada pendapatan warga dan biaya hidup.
Di sisi lain, persoalan banjir serta pengikisan sungai juga menjadi ancaman nyata. Permukiman warga di beberapa titik rentan terdampak luapan air dan abrasi. Tanpa intervensi infrastruktur yang tepat, risiko kerugian sosial dan ekonomi akan terus berulang.
Karena itu, pendekatan yang ditempuh Pemkab Konawe Utara tidak lagi bersifat administratif semata. Pemerintah daerah kini menyiapkan data teknis, dokumen pendukung, serta kajian prioritas secara komprehensif sebagai dasar pengajuan anggaran tahun 2026.
Pendekatan berbasis data ini penting agar setiap rupiah yang diperjuangkan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Sinergi Pusat dan Daerah untuk Bumi Oheo
Dalam sistem pembangunan nasional, peran aktif pemerintah daerah sangat menentukan. Usulan yang kuat, berbasis kebutuhan riil, serta dikawal secara konsisten di tingkat kementerian dan DPR RI memiliki peluang lebih besar untuk direalisasikan.
Ikbar menilai, dukungan Komisi V DPR RI menjadi momentum strategis. Sinergi antara pemerintah daerah, kementerian teknis, dan legislatif pusat harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat realisasi proyek-proyek prioritas.
“Kami akan intens berkomunikasi, baik ke balai jalan maupun balai sungai. Ada beberapa kebutuhan prioritas yang harus segera ditindaklanjuti demi kepentingan masyarakat Konawe Utara,” ujarnya.
Harapan dan Tanggung Jawab Bersama
Langkah percepatan ini menghadirkan optimisme baru. Masyarakat berharap akses jalan yang lebih baik, pengendalian banjir yang efektif, serta perlindungan wilayah dari ancaman abrasi dapat segera terwujud.
Namun di balik harapan tersebut, terdapat tanggung jawab besar: memastikan setiap proses berjalan transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Pembangunan bukan hanya soal membangun fisik, tetapi membangun kepercayaan publik bahwa aspirasi mereka benar-benar diperjuangkan.
Pemerintah Kabupaten Konawe Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat komunikasi lintas sektor, mengawal setiap tahapan pengusulan anggaran, dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan merata.
Langkah ini bukan sekadar respons atas arahan. Ini adalah komitmen nyata bahwa kepentingan masyarakat berada di atas segalanya, dan kesejahteraan warga Konawe Utara adalah tujuan yang harus diperjuangkan tanpa ragu. (**)
Laporan: Muh. Sahrul















