Konawe Utara, Kroscek.co.id – Upaya membangun budaya keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab dunia industri, tetapi juga dunia pendidikan. Semangat itulah yang dibawa Departemen HSE PT Bumi Konawe Minerina (BKM) melalui program Safety Goes to School di SMK Negeri 1 Konawe Utara, Rabu (11/2/2026), dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional 2026.
Mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan Keselamatan Pertambangan Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi ruang edukasi yang menyentuh kesadaran siswa tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sejak dini.
Sekitar 65 siswa-siswi mengikuti seminar umum bertema Personal Hygiene yang dibawakan oleh Hendry Thandung (HSE PT BKM) dan Nurisratullah (HSE PT Aden Indonesia). Materi difokuskan pada pentingnya menjaga kebersihan diri sebagai langkah dasar mencegah kontaminasi makanan dan risiko keracunan.

Kepala SMK Negeri 1 Konawe Utara, Muslan, S.Pd., menegaskan bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bukan sekadar aturan, melainkan bentuk perlindungan nyata yang harus menjadi budaya di lingkungan pendidikan maupun dunia industri.
Hal tersebut disampaikan usai kegiatan Safety Goes to School yang digelar Departemen HSE PT BKM dalam rangka Bulan K3 Nasional 2026.
Menurutnya, edukasi K3 sangat relevan dengan program keahlian yang ada di SMKN 1 Konawe Utara. Saat ini, sekolah tersebut memiliki empat jurusan atau program keahlian, yakni:
1. Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI)
2. Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT)
3. Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL)
4. Teknik Geologi Pertambangan (TGP)
Muslan menegaskan, khususnya pada jurusan yang berkaitan langsung dengan sektor kelautan dan pertambangan, penerapan K3 menjadi aspek yang tidak bisa ditawar. Risiko kerja di lapangan menuntut kesiapan pengetahuan, kedisiplinan, serta kesadaran penuh terhadap standar keselamatan.
“K3 bukan sekadar aturan yang harus dipatuhi, tetapi perlindungan untuk kita semua. Jika ditanamkan sejak sekolah, maka ketika siswa masuk dunia kerja, mereka sudah terbiasa bekerja dengan aman dan profesional,” ujarnya. Selasa (17/02/2026).
Ia berharap kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri terus diperkuat agar pembelajaran tidak hanya berbasis teori, tetapi juga selaras dengan kebutuhan dan standar keselamatan di dunia kerja.
“Dengan pembinaan sejak dini, SMKN 1 Konawe Utara berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten, disiplin, serta memiliki budaya keselamatan yang kuat dalam setiap bidang keahlian yang digeluti,” Tegasnya. (**)
Laporan: Muh. Sahrul













