Konawe Utara, Kroscek.co.id – Upaya mempertemukan teori akademik dengan realitas industri terus diperkuat melalui kegiatan industrial mining tour.
Kali ini, 13 mahasiswa Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) melakukan kunjungan ilmiah ke site PT Bumi Konawe Minerina (BKM) pada 19 Januari 2026.
Kunjungan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran kontekstual, dimana mahasiswa tidak hanya mengamati aktivitas pertambangan, tetapi juga memahami secara komprehensif bagaimana prinsip Good Mining Practice, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pengelolaan lingkungan diterapkan dalam operasional tambang nikel.
Setibanya di lokasi, mahasiswa terlebih dahulu mengikuti induksi K3 yang dipandu oleh HSE Superintendent PT BKM, menegaskan bahwa aspek keselamatan merupakan fondasi utama dalam setiap aktivitas pertambangan.
Sesi ini sekaligus menjadi pengantar metodologis sebelum mahasiswa memasuki area operasional.
Di area tambang, Mining Manager dan Mining Superintendent PT BKM memaparkan alur penambangan secara sistematis, mulai dari tahapan perencanaan, produksi, hingga pengangkutan ore nikel.
Penjelasan tersebut memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai keterkaitan antara desain tambang, efisiensi produksi, dan pengendalian risiko operasional.
Aspek K3 dan lingkungan menjadi fokus penting dalam diskusi akademik.
Mahasiswa mendapatkan penjelasan langsung terkait strategi mitigasi risiko kerja, pengelolaan dampak lingkungan, serta mekanisme pengawasan yang diterapkan perusahaan guna memastikan keberlanjutan operasi tambang.
Rangkaian kunjungan lapangan dilengkapi dengan observasi langsung ke area jetty, tempat mahasiswa menyaksikan proses pengangkutan ore dari EFO ke tongkang.
Pengalaman ini memberikan perspektif utuh mengenai rantai operasional pertambangan dari hulu hingga hilir.
Melalui sesi diskusi interaktif, mahasiswa menyampaikan pertanyaan kritis sekaligus refleksi akademik atas praktik yang mereka amati.
Pihak PT BKM pun membuka ruang dialog dua arah, menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia industri dan institusi pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia pertambangan yang kompeten dan berintegritas.
Para mahasiswa menilai PT BKM telah menunjukkan praktik pengelolaan K3 dan lingkungan yang baik dan terstruktur, serta memberikan contoh nyata penerapan standar keselamatan dan keberlanjutan dalam industri pertambangan.
Kegiatan ini menegaskan bahwa pembelajaran di luar kelas memiliki peran strategis dalam membentuk cara berpikir analitis dan profesional calon insinyur pertambangan.
Industrial mining tour di PT BKM tidak hanya menjadi kunjungan edukatif, tetapi juga laboratorium lapangan yang memperkuat jembatan antara ilmu pengetahuan, praktik industri, dan tanggung jawab lingkungan. (**)
Laporan: Muh. Sahrul













