[responsivevoice_button voice=”Indonesian Male” buttontext=”BACAKAN“]
KENDARI, KROSCEK.NET – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sulawesi Tenggara (Sultra) Karmin, SH, dalam keterangan Persnya di sejumlah media soal rencana Pemerintah Provinsi Sultra akan membangun gedung perkantoran, bahkan gubernur Sultra sudah melakukan lounching peletakan batu pertama pembangunan
“Seharusnya Pemerintah Provinsi dan DPRD Sultra mengkaji labih jauh, mana skala prioritas sesuai kebutuhan rakyat saat ini ketimbang membangun gedung yang anggarannya sangatlah fantastis hingga Rp 400 Miliar,” Ungkap Karmin, Kamis (15/09/2022).
Rencana pembangunan Kantor Gubernur, kata Karmin, sangat ditentang berbagai elemen masyarakat Sultra. Masih banyak infrastruktur jalan sampai saat ini memperihantinkan dari pada membangun gedung beralaskan dengan kemegahan dan kemewahan yang dinikmati para pejabat.
“DPRD Sultra jangan berpura-pura amnesia, apa lagi ada kata-kata kecolongan. Saya menilai itu Asal Bunyi (Asbun), tindakan ini sangat melukai hati masyarakat, artinya tidak masuk akal anggaran fantastis Rp 400 Miliar, kok dikatakan kecolongan. Lantas kemana tugas dan fungsi DPRD Sultra,” Paparnya.
Kami DPW LIRA Sultra, Lanjut Karmin, telah menkonfirmasi anggota Fraksi Golkar yang juga anggota Banggar memberikan tanggapan melalui via WhastApp pada 14 September 2022, katanya bukan kecolongan, anggaran Rp 27 Miliar memang ada dalam APBD untuk pembangunan Kantor Gubernur, yang tidak ada angka Rp 400 Miliar.
“Jadi harapannya, DPRD Provinsi Sultra janganlah selalu melukai hati Rakyat jadilah wakil Rakyat yang amanah dan memberikan aspirasi sesuai tuntutan dan prioritas untuk kepentingan masyarakat sulawesi tenggara,” Tutup Karmin.
Diketahui, Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi meresmikan pembangunan kantor gubernur yang baru, pada Jumat (02/09/2022) Pagi. Peresmian itu dihadiri oleh perwakilan unsur Forkopimda, pejabat di lingkup Pemprov Sultra, dan pimpinan lembaga vertikal baik sipil, maupun TNI/Polri.
Pembangunan gedung baru tersebut berlokasi di belakang gedung lama kantor gubernur. Gedung ini dibangun di atas lahan seluas 147.700 (seratus empat puluh tujuh ribu tujuh ratus) atau sekitar 14,7 hektar.
Rencananya, gedung ini akan memiliki 22 lantai plus menara dengan total ketinggian mencapai 112,6 meter, dengan konsep minimalis modern.
Luas gedung dari lantai dasar hingga lantai 22 seluas 88.320 (delapan puluh delapan ribu tiga ratus dua puluh meter persegi), dan diperkirakan akan rampung dalam dua sampai tiga tahun ke depan.
Total anggaran yang dibutuhkan hingga selesainya pembangunan gedung dimaksud, berkisar Rp 400 Miliar. Pekerjaan Tahap I proyek ini diperkirakan akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 27 Miliar dengan menggunakan dana APBD Provinsi Sultra. (**)
Laporan : Muhammad Sahrul