Pemilihan BPD Tapuwatu Berlangsung Demokratis, Mardiana Terpilih Perwakilan Gender Desa

- Redaksi

Jumat, 31 Oktober 2025 - 18:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panitia pemilihan memperlihatkan surat suara kepada peserta dalam proses penghitungan suara pemilihan anggota BPD Desa Tapuwatu.

Panitia pemilihan memperlihatkan surat suara kepada peserta dalam proses penghitungan suara pemilihan anggota BPD Desa Tapuwatu.

Konawe Utara, Kroscek.co.id – Suasana Desa Tapuwatu, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Jumat (31/10/2025), terasa sedikit lebih meriah dari biasanya.

Bukan karena pesta pernikahan atau lomba karaoke antar RT, melainkan karena warga tengah melaksanakan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perwakilan gender, momen demokrasi kecil tapi penuh makna besar.

Dari 116 pemilik hak suara, sebanyak 90 orang menunaikan kewajibannya datang ke TPS desa, dengan semangat yang tak kalah dari pemilu nasional.

Setelah proses penghitungan suara yang berjalan transparan dan penuh canda ringan antar warga, calon nomor urut 5, Mardiana, keluar sebagai pemenang dengan 29 suara, mengungguli empat calon lainnya:

  • Murfaidal, S.KM. (15 suara)
  • Ratna Anjani (4 suara)
  • Roslian, S.Pd. (22 suara)
  • Nurjana (19 suara)
Daftar calon anggota BPD perwakilan gender Desa Tapuwatu, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara tahun 2025.

Satu suara dinyatakan batal, mungkin karena pemilihnya terlalu bersemangat hingga mencoblos lebih dari satu calon. Namanya juga demokrasi, kadang cinta terhadap para calon terlalu besar untuk dibagi rata.

Pemilihan ini disaksikan langsung oleh Camat Asera, Muhammad Aswar Amiruddin, S.H., M.M., bersama Kepala Desa Tapuwatu Ahmad Badwin, perwakilan DPMD Konawe Utara, Bhabinkamtibmas, serta berbagai unsur masyarakat, dari tokoh adat, tokoh pemuda, sampai tokoh yang dikenal “serba tahu tapi jarang mau tampil”, semuanya hadir memberi warna pada proses demokrasi tingkat desa itu.

Baca Juga :  Isu “Uang Pelicin” ADD dan Dana Porseni di Asera, Sejumlah Kades Beri Klarifikasi

Ketua Panitia Pemilihan, Awaluddin, S.Sos., mengaku lega bukan main. “Alhamdulillah, semuanya berjalan aman, tertib, dan demokratis. Tidak ada yang tersinggung, tidak ada yang minta hitung ulang, apalagi minta quick count,” ujarnya sambil tersenyum.

Proses penghitungan suara calon anggota BPD Desa Tapuwatu disaksikan langsung oleh masyarakat, dengan hasil akhir tercatat secara terbuka.

Menurutnya, pemilihan ini bukan sekadar memilih anggota BPD, tapi juga menghidupkan kembali kesadaran masyarakat bahwa perempuan punya peran penting dalam pembangunan desa.

Pergantian karena Prestasi, Bukan Konflik

Sementara itu, Camat Asera, Muhammad Aswar Amiruddin, menjelaskan bahwa pemilihan ini dilakukan untuk menggantikan anggota BPD sebelumnya yang mengundurkan diri karena lulus PPPK.

“Ini pergantian yang sehat dan membanggakan, bukan karena masalah, tapi karena prestasi,” tegasnya.

Baca Juga :  Asera Buka Lahan Baru, Camat Aswar: Jangan Ada Lahan Nganggur, Harus Menanam

Ia menambahkan, pemerintah kecamatan akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar BPD sebagai lembaga aspiratif dapat berfungsi optimal.

Suasana pelaksanaan pemilihan anggota BPD perwakilan gender Desa Tapuwatu yang berlangsung terbuka, aman, dan kondusif.

“Kami berharap Mardiana dapat menjadi suara perempuan, memperjuangkan pemberdayaan ekonomi kreatif, dan menjaga harmoni antara aspirasi masyarakat dan arah kebijakan desa,” ujarnya dengan penuh semangat.

Kepala Desa Tapuwatu, Ahmad Badwin, tidak kalah bangga. Ia menyebut pemilihan ini sebagai contoh demokrasi jujur dan transparan tanpa intervensi.

“Kami bersyukur, proses berjalan lancar. Yang terpilih adalah putri terbaik Tapuwatu, Mardiana. Semoga beliau menjadi mitra pemerintah desa dalam memperkuat pembangunan dan memberdayakan kaum perempuan,” tuturnya.

Kemenangan Mardiana bukan hanya kemenangan pribadi, tapi juga simbol bahwa perempuan desa semakin berdaya dan dipercaya.

Masyarakat berharap Mardiana dapat menjadi sosok yang tidak hanya hadir di rapat BPD, tapi juga aktif menyalakan semangat perempuan lain agar ikut terlibat dalam pembangunan.

Tapuwatu kini melangkah dengan semangat baru. Dari ruang-ruang kecil seperti pemilihan BPD, demokrasi tumbuh dalam bentuk paling tulus, bukan karena janji politik, tapi karena niat bersama untuk membangun desa yang mandiri, maju, cerdas, dan bermartabat.

Baca Juga :  Asera Buka Lahan Baru, Camat Aswar: Jangan Ada Lahan Nganggur, Harus Menanam

Dan siapa sangka, dari desa kecil di jantung Bumi Oheo ini, lahir pelajaran besar tentang demokrasi, bahwa pemimpin sejati tidak selalu datang dari panggung besar, kadang justru lahir dari bilik suara sederhana, tempat suara rakyat benar-benar didengar. (**)


Laporan: Muh. Sahrul

Berita Terkait

Bupati Ikbar Tegaskan Kawal Korban Bencana Puting Beliung Sampai Pulih
Gerak Cepat Bupati Ikbar: Hitungan Jam, Bantuan Puting Beliung Langsung Tiba di Lokasi
Skor 4,32 Kategori A-, Konawe Utara Teratas di Sultra dalam Pelayanan Publik Sangat Baik
Ikbar Pastikan Teknopark Konasara Tetap Jalan: Masuk Perkada 2026 Saat DBH Turun
CBD Konasara Tuntas, Nasib Teknopark Menunggu Kebijakan Keuangan Pusat
Usai Pecat 17 ASN, Sekda Konawe Utara: Disiplin ASN Harga Mati, Tak Ada Toleransi
Bupati Konawe Utara ke Layar Film Lokal, Ikbar Pemimpin Progresif Tanpa Sekat
Isu Pergantian Kepala OPD Menguat, Ini Jawaban Tegas Bupati Konawe Utara

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 19:50 WITA

Gerak Cepat Bupati Ikbar: Hitungan Jam, Bantuan Puting Beliung Langsung Tiba di Lokasi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 16:06 WITA

Skor 4,32 Kategori A-, Konawe Utara Teratas di Sultra dalam Pelayanan Publik Sangat Baik

Sabtu, 10 Januari 2026 - 14:27 WITA

Ikbar Pastikan Teknopark Konasara Tetap Jalan: Masuk Perkada 2026 Saat DBH Turun

Sabtu, 10 Januari 2026 - 01:56 WITA

CBD Konasara Tuntas, Nasib Teknopark Menunggu Kebijakan Keuangan Pusat

Selasa, 6 Januari 2026 - 11:45 WITA

Usai Pecat 17 ASN, Sekda Konawe Utara: Disiplin ASN Harga Mati, Tak Ada Toleransi

Berita Terbaru

error: Dilarang Copy Paste!