Desa Tetelupai Semai Harapan, Padi Gogoh Jadi "Senjata" Kedaulatan Pangan - https://kroscek.co.id/

Desa Tetelupai Semai Harapan, Padi Gogoh Jadi “Senjata” Kedaulatan Pangan

- Redaksi

Kamis, 31 Juli 2025 - 09:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Launching penanaman padi gogoh dan jagung di kecamatan Lasolo, tepatnya di desa tetelupai bersama unsur pemerintah dan petani lokal handal yang tak mudah ngeluh, Rabu (30/07/2025).

Launching penanaman padi gogoh dan jagung di kecamatan Lasolo, tepatnya di desa tetelupai bersama unsur pemerintah dan petani lokal handal yang tak mudah ngeluh, Rabu (30/07/2025).

Konawe Utara, kroscek.co.id – Disaat sebagian orang masih bingung membedakan padi gogoh, Jagung dan nama konten YouTuber, warga Desa Tetelupai justru sudah lebih dulu menancapkan harapan mereka di lahan pertanian yang kini kembali hidup.

Tidak dengan gegap gempita konser atau suara toa kampanye, tapi dengan cangkul, benih, dan peluh dalam semangat gotong royong yang membumi, bukan hanya slogan.

Hari itu, suasana di Desa Tetelupai tampak sedikit berbeda dari biasanya. Camat Lasolo, Samsul, bersama Sekcam Irsan dan rombongan kepala desa, ikut turun ke sawah.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan untuk konten TikTok ala petani musiman, tapi benar-benar ikut menanam padi gogoh dan Jagung, varietas lokal yang tangguh, tahan cuaca, dan tentu saja, tidak perlu dipancing dengan drama politik untuk tumbuh.

“Ini bukan seremoni pelengkap kalender tahunan, ini perjuangan nyata. Kita ingin Desa Tetelupai jadi simbol kedaulatan pangan Konawe Utara. Bukan hanya penonton dari jauh, tapi pelaku dari dekat,” ujar Camat Samsul dengan semangat ala motivator, tapi tetap berkaki di lumpur, bukan di karpet merah.

Baca Juga :  Dewan Pengupahan: UMK Konawe Utara 2026 Naik 7,70 Persen

Padi gogoh ini memang bukan padi biasa. Ia tumbuh bukan karena disiram pujian, tapi karena adaptif, cepat panen, dan bisa diajak kerja sama meski hanya mengandalkan tadah hujan.

Cocok dengan karakter masyarakat Lasolo yang ulet, tidak mudah mengeluh, dan hanya butuh sedikit perhatian pemerintah untuk bisa menghasilkan banyak.

Program penanaman ini adalah bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, kedaulatan pangan bukan hanya mimpi di atas PowerPoint, tapi aksi nyata di tanah desa. Dan dari sini, langkah kecil itu dimulai.

Kepala Desa Tetelupai, Asmudin Moita, yang juga dikenal sebagai Ketua APDESI Konut, tak kalah semangatnya.

“Kami tanam dua hektare padi gogoh. Sebentar lagi, 1,5 hektare untuk jagung juga siap. Ini bukan sekadar tanam, ini pengabdian. Karena bagi kami, membangun desa dimulai dari memberi makan keluarga sendiri. Sisanya, baru kita pikirkan mau jadi influencer tani atau tidak,” ujarnya sambil tertawa.

Baca Juga :  19 Tahun Konawe Utara: Menguatkan Identitas, Menggapai Masa Depan

Menurut Asmudin, program ini bukan sekadar strategi pembangunan, tapi gerakan budaya. “Kita ini bangsa agraris. Masa iya, berasnya masih banyak dari luar.

Kalau petani Tetelupai bisa bangkit, berarti semua desa juga bisa,” tegasnya sambil sesekali mengatur posisi caping agar tidak kalah gaya di foto dokumentasi.

Tak lupa, para tokoh masyarakat dan pemuda desa juga terlibat langsung. Ada yang menyemai benih, ada juga yang menyemai harapan lewat candaan, “Kalau panen ini sukses, bisa-bisa kita bikin festival gogoh dan jagung bakar tahunan!”.

Kegiatan ini bukan sekadar tanam, foto, lalu bubar. Ia adalah awal dari ekosistem baru di desa, mengurangi ketergantungan dari luar, memperkuat kemandirian lokal, serta menjadi bukti bahwa membangun negeri tak selalu harus dimulai dari ibu kota.

Baca Juga :  CSR PT BKM Percepat Pembangunan Masjid Al-Istiqomah Tapunggaya

Kini, saat masyarakat kota sibuk menanam ‘engagement’ di media sosial, masyarakat Tetelupai menanam sesuatu yang lebih nyata, padi gogoh.

Harapanpun mulai tumbuh. Bukan dari pidato di podium, tapi dari tanah, peluh, dan keyakinan bersama kelompok tani.

Karena sejatinya, kedaulatan pangan tak lahir dari ruang AC, tapi lahir dari ladang yang dipijak dengan ketulusan hati yang tak gampang tersakiti. (**)


Laporan : Muh. Sahrul

Berita Terkait

Terima Parcel Lebaran, Mama Dela Ungkap Rasa Syukur Kepedulian PT Kembar Emas Sultra
Hangatnya Ramadhan, PT Kembar Emas Sultra Salurkan 117 Parcel untuk Warga Lameruru
Sambandete Genjot Padi Gogo dan Hortikultura, Perkuat Ketahanan Pangan dari Desa
Tindak Lanjut Arahan Presiden, Desa Sambandete Bersihkan Fasum dan Rumah Ibadah
Bantah Isu Dugaan Korupsi, Dana Desa Polo-Polora dan Matabaho Diklaim Tuntas
Desa Paka Indah Wujudkan Pemerataan Bantuan DD 2025, Fokus Ketahanan Ekonomi dan Air Bersih
Ali Asman: Transparansi dan Musyawarah Jadi Kunci Pembangunan Desa Paka Indah
Jembatan Molore Konawe Utara Pulih, Ekonomi Warga Kembali Bergairah

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 02:43 WITA

Terima Parcel Lebaran, Mama Dela Ungkap Rasa Syukur Kepedulian PT Kembar Emas Sultra

Kamis, 5 Maret 2026 - 02:11 WITA

Hangatnya Ramadhan, PT Kembar Emas Sultra Salurkan 117 Parcel untuk Warga Lameruru

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:49 WITA

Sambandete Genjot Padi Gogo dan Hortikultura, Perkuat Ketahanan Pangan dari Desa

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:31 WITA

Tindak Lanjut Arahan Presiden, Desa Sambandete Bersihkan Fasum dan Rumah Ibadah

Minggu, 18 Januari 2026 - 18:52 WITA

Bantah Isu Dugaan Korupsi, Dana Desa Polo-Polora dan Matabaho Diklaim Tuntas

Berita Terbaru

Olahraga

Konawe Cup Race Seri 2 Siap Digelar Mei 2026

Senin, 9 Mar 2026 - 15:49 WITA

error: Dilarang Copy Paste!