Konawe Utara, Kroscek.co.id – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Pemkab Konut) bergerak cepat mematangkan dua agenda strategis daerah. Wakil Bupati Konawe Utara, Abuhaera, memimpin langsung rapat koordinasi di Ruang Rapat Kantor Bupati, Kamis (2/4/2026).
Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah, seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para camat se-Kabupaten Konawe Utara.
Fokus pembahasan mencakup kesiapan agenda keagamaan berskala besar sekaligus program ketahanan pangan daerah.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT

Agenda utama yang dibahas adalah pelaksanaan Istighosah dan Halal Bi Halal tingkat kabupaten dalam rangka 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 4 April 2026, dengan menghadirkan penceramah Nasional, Ustadz Abdul Somad.
Wakil Bupati menekankan bahwa aspek pengamanan dan manajemen kerumunan menjadi prioritas utama. Tingginya animo masyarakat terhadap kehadiran Ustaz Abdul Somad diperkirakan akan menghadirkan ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Konawe Utara.
“Koordinasi lintas sektor harus maksimal. Pastikan keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat benar-benar terjamin,” tegasnya.

Selain agenda keagamaan, rapat juga membahas kesiapan tanam serentak pada lahan cetak sawah rakyat. Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat kedaulatan pangan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif milik masyarakat.
Wakil Bupati menginstruksikan seluruh camat dan OPD teknis untuk segera menuntaskan distribusi bibit serta memastikan kesiapan alat dan mesin pertanian (alsintan) di lapangan.
Langkah ini dinilai krusial untuk menjamin kelancaran musim tanam serta meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.
Sinergi antara penguatan nilai spiritual melalui kegiatan keagamaan dan pembangunan sektor pertanian menjadi pendekatan komprehensif yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Konawe Utara.
Arah kebijakan ini menegaskan satu hal: pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga keseimbangan antara spiritualitas dan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Bumi Oheo.***
Laporan: Muh. Sahrul



















