Konawe Utara, Kroscek.co.id – Menjelang pelaksanaan Tabligh Akbar yang akan digelar pada 4 April 2026 di Masjid Raya As-Salam, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara menghadirkan penceramah kondang Nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Momentum ini dimanfaatkan Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, untuk kembali menegaskan arah pembangunan daerah yang tidak semata berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada pembentukan kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan iman dan akhlak.
Menurut Ikbar, pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila dibarengi dengan peningkatan kualitas moral dan karakter masyarakat.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini adalah komitmen kami. Peradaban yang dibangun bukan hanya soal fisik dan infrastruktur, tetapi juga kualitas iman dan akhlak,” tegas Ikbar kepada Kroscek.co.id, Senin, 30 Maret 2026.
Ikbar menekankan, kemajuan daerah tidak cukup diukur dari pesatnya pembangunan fisik, melainkan juga dari kualitas akal, pola pikir, serta tindakan masyarakat.
Karena itu, pembangunan sumber daya manusia ditempatkan sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan pemerintah daerah.
Lebih lanjut, Ikbar menyoroti pentingnya keseimbangan antara pembangunan material dan spiritual.
Tanpa fondasi keimanan dan akhlak yang kuat, pembangunan dinilai berpotensi kehilangan arah serta tidak memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan harus melahirkan masyarakat yang cerdas, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Inilah tujuan utama kami dalam membangun Konawe Utara,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat nilai kebersamaan, menjaga harmoni sosial, serta menjadikan momentum keagamaan sebagai sarana mempererat ukhuwah.
Dalam konteks yang lebih luas, konsep “Membangun Peradaban dalam Bingkai Konasara” ditegaskan bukan sekadar slogan, melainkan arah pembangunan yang berpijak pada nilai, budaya, dan kebersamaan masyarakat Konawe Utara.
Konasara menjadi fondasi dalam memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Peradaban yang dibangun, lanjutnya, tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga menyasar kualitas iman, akhlak, dan persatuan masyarakat.
“Mulai dari ruang-ruang keagamaan seperti tabligh akbar hingga kebijakan publik, seluruhnya diarahkan untuk membentuk masyarakat yang religius, berdaya saing, dan sejahtera,” Tegasnya.
Dengan komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara optimistis dapat mewujudkan daerah yang maju tanpa kehilangan jati diri, sejalan dengan semangat Konasara sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.**
Laporan: Muh. Sahrul

















