Limbah Kabel PT VDNI Diduga Dijual Gelap, Bea Cukai Kendari Dinilai Lalai Jalankan Tugas - https://kroscek.co.id/

Limbah Kabel PT VDNI Diduga Dijual Gelap, Bea Cukai Kendari Dinilai Lalai Jalankan Tugas

- Redaksi

Rabu, 11 Juni 2025 - 20:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limbah Kabel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) diduga tidak memiliki dokumen resmi yang berlokasi di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.

Limbah Kabel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) diduga tidak memiliki dokumen resmi yang berlokasi di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.

Kendari, Kroscek.co.id – Aktivitas pengeluaran limbah kabel dari Kawasan Berikat atau Tempat Penimbunan Berikat (TPB) PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) yang berlokasi di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, kembali menuai sorotan.

Pasalnya, limbah tersebut diduga dijual secara ilegal tanpa disertai dokumen resmi, sementara pihak Bea Cukai Kendari dianggap lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sultra, Hendro Nilopo, mengungkapkan bahwa praktik jual beli limbah kabel dari kawasan berikat seharusnya diawasi ketat dan dilengkapi dengan dokumen seperti BC 2.5, BC 4.1, dan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).

Namun dalam kasus ini, barang-barang tersebut diduga kuat keluar tanpa kelengkapan administratif sebagaimana mestinya.

“Kegiatan ini sebelumnya sempat dihentikan karena tidak ada dokumen. Tapi sekarang muncul lagi tanpa kejelasan legalitas. Ini patut diduga kuat sebagai praktik ilegal,” ujar Hendro, Rabu (11/6/2025).

Ironisnya, aktivitas mencurigakan ini berlangsung di tengah keberadaan kantor cabang Bea Cukai di lingkungan PT VDNI, yang seharusnya mampu mendeteksi dan mencegah pengeluaran barang secara tidak sah.

Menurut Hendro, hal ini mengindikasikan adanya pembiaran atau kelalaian dari pihak Bea Cukai Kendari.

“Mustahil mereka tidak tahu. Ini bukan hanya soal pengawasan, tapi juga soal tanggung jawab terhadap potensi kerugian negara,” tambahnya.

Ampuh Sultra menyatakan telah mengantongi bukti-bukti aktivitas pengeluaran limbah kabel secara ilegal dan berencana melaporkan dugaan ini ke Direktorat Jenderal Bea Cukai dan Kejaksaan Agung RI.

Pihaknya berharap investigasi menyeluruh dapat dilakukan untuk mengungkap aktor di balik praktik ini serta menegakkan supremasi hukum di sektor industri dan kepabeanan.

Kasus ini menjadi peringatan serius tentang lemahnya pengawasan di kawasan berikat, serta urgensi reformasi pengelolaan limbah industri demi melindungi lingkungan dan mencegah kebocoran potensi penerimaan negara. (**)


Laporan: Muh. Sahrul

Berita Terkait

Terima Parcel Lebaran, Mama Dela Ungkap Rasa Syukur Kepedulian PT Kembar Emas Sultra
Konawe Utara Siaga! Pastikan Ramadhan Aman dan Kondusif
Resmi Dilantik, Ini Nama Pengurus dan Bidang Karang Taruna Konawe Utara Periode 2025–2030
Hari Ini, Bupati Konawe Utara Lantik Pengurus Baru Karang Taruna 2025–2030
Berkah Ramadhan dan Atur Lalin, UMKM Wanggudu Hidupkan Ekonomi Sore Hari
Ikbar Lantik Kepala OPD Baru Konut, Didominasi Wajah Lama: Ini Nama dan Jabatannya
Transparansi Anggaran Pendidikan Rp40 Miliar di Dikbud Sultra Dipertanyakan
Kadin Sultra Perkuat Ketahanan Pangan dan UMKM Dukung Program Gubernur

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 02:43 WITA

Terima Parcel Lebaran, Mama Dela Ungkap Rasa Syukur Kepedulian PT Kembar Emas Sultra

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:04 WITA

Konawe Utara Siaga! Pastikan Ramadhan Aman dan Kondusif

Minggu, 22 Februari 2026 - 17:32 WITA

Resmi Dilantik, Ini Nama Pengurus dan Bidang Karang Taruna Konawe Utara Periode 2025–2030

Minggu, 22 Februari 2026 - 03:33 WITA

Hari Ini, Bupati Konawe Utara Lantik Pengurus Baru Karang Taruna 2025–2030

Kamis, 19 Februari 2026 - 22:05 WITA

Berkah Ramadhan dan Atur Lalin, UMKM Wanggudu Hidupkan Ekonomi Sore Hari

Berita Terbaru

error: Dilarang Copy Paste!