Sebut "Wartawan Bodrex" Mendes Yandri Dituntut Permintaan Maaf - https://kroscek.co.id/

Sebut “Wartawan Bodrex” Mendes Yandri Dituntut Permintaan Maaf

- Redaksi

Senin, 3 Februari 2025 - 06:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Desa (Mendes), Yandri Susanto. (*Ist)

Menteri Desa (Mendes), Yandri Susanto. (*Ist)

Kendari, Kroscek.co.id – Isu ini memang cukup sensitif, terutama karena berkaitan dengan kebebasan pers dan peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

Pernyataan Menteri Desa, Yandri Susanto yang menyebut “wartawan bodrex” dan menyinggung LSM tentu menimbulkan reaksi keras, terutama dari kalangan jurnalis dan aktivis sosial.

La Songo, sebagai Ketua DPD PPWI Sulawesi Tenggara, menyoroti pentingnya pemilihan kata yang lebih bijak oleh pejabat publik, termasuk penggunaan istilah “oknum” agar tidak menggeneralisasi seluruh profesi.

“Hal ini sejalan dengan prinsip kemerdekaan pers yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999,” Ungkap La Songo. Senin, (03/02/2025).

Selain itu, kritik terhadap LSM juga mendapat perhatian karena LSM berperan sebagai kontrol sosial yang sah secara hukum. Dalam sistem demokrasi, kebebasan pers dan peran LSM sangat penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pemerintah.

Pernyataan La Songo soal pentingnya etika dalam pemerintahan juga menjadi poin menarik. Etika memang tidak hanya sebatas aturan tertulis, tetapi juga membentuk budaya dan kepercayaan publik terhadap pemimpin.

“Mendes Yandri Susanto sebaiknya memberikan klarifikasi atau permintaan maaf untuk meredakan polemik ini. Sebagai pejabat publik, ucapannya memiliki dampak luas, terutama bagi insan pers dan LSM yang merasa dirugikan,” Tegasnya.

Jika maksudnya adalah mengkritik oknum tertentu yang tidak menjalankan tugas secara profesional, maka seharusnya dia menyampaikan dengan lebih bijak.

“Menggunakan istilah seperti “wartawan bodrex” justru berpotensi menciptakan ketegangan antara pemerintah dan media, yang seharusnya saling mendukung dalam membangun transparansi dan akuntabilitas,” Jelas Mantan Kader Ketua HMI Kendari.

Permintaan maaf atau klarifikasi bukan hanya soal mengakui kesalahan, tetapi juga menunjukkan sikap kepemimpinan yang beretika. (**)


Laporan : Muh Sahrul

Berita Terkait

Terima Parcel Lebaran, Mama Dela Ungkap Rasa Syukur Kepedulian PT Kembar Emas Sultra
Konawe Utara Siaga! Pastikan Ramadhan Aman dan Kondusif
Resmi Dilantik, Ini Nama Pengurus dan Bidang Karang Taruna Konawe Utara Periode 2025–2030
Hari Ini, Bupati Konawe Utara Lantik Pengurus Baru Karang Taruna 2025–2030
Berkah Ramadhan dan Atur Lalin, UMKM Wanggudu Hidupkan Ekonomi Sore Hari
Ikbar Lantik Kepala OPD Baru Konut, Didominasi Wajah Lama: Ini Nama dan Jabatannya
Transparansi Anggaran Pendidikan Rp40 Miliar di Dikbud Sultra Dipertanyakan
Kadin Sultra Perkuat Ketahanan Pangan dan UMKM Dukung Program Gubernur

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 02:43 WITA

Terima Parcel Lebaran, Mama Dela Ungkap Rasa Syukur Kepedulian PT Kembar Emas Sultra

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:04 WITA

Konawe Utara Siaga! Pastikan Ramadhan Aman dan Kondusif

Minggu, 22 Februari 2026 - 17:32 WITA

Resmi Dilantik, Ini Nama Pengurus dan Bidang Karang Taruna Konawe Utara Periode 2025–2030

Minggu, 22 Februari 2026 - 03:33 WITA

Hari Ini, Bupati Konawe Utara Lantik Pengurus Baru Karang Taruna 2025–2030

Kamis, 19 Februari 2026 - 22:05 WITA

Berkah Ramadhan dan Atur Lalin, UMKM Wanggudu Hidupkan Ekonomi Sore Hari

Berita Terbaru

error: Dilarang Copy Paste!