Disoal Dana PEN Rp 250 Miliar, LIRA Sultra Desak Bupati Konsel Tanggungjawab - https://kroscek.co.id/

Disoal Dana PEN Rp 250 Miliar, LIRA Sultra Desak Bupati Konsel Tanggungjawab

- Redaksi

Rabu, 10 Agustus 2022 - 11:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (*Ist)

Ilustrasi (*Ist)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Male” buttontext=”BACAKAN“]

KONAWE SELATAN, KROSCEK.NET – Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) merupakan pembiayaan yang disiapkan oleh pemerintah untuk mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian. Selain penanganan krisis kesehatan, pemerintah juga menjalankan program PEN sebagai respon atas penurunan aktivitas masyarakat yang berdampak pada ekonomi, khususnya sektor informal Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Dana Pemulihan Ekonomi Nasional adalah dana yang diberikan oleh pemerintah guna menangani dampak Covid-19 baik di kesehatan maupun perekonomian. Prioritas dana PEN disalurkan bagi tenaga kesehatan, seperti upgrade fasilitas Rumah Sakit, menyediakan APD, ventilator dan test kit.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sulawesi Tenggara (Sultra) Karmin, SH, menerima sejumlah keluhan para kontraktor pemegang kontrak diberbagai jenis pekerjaan yang saat ini pihak rekanan sudah dalam tahap pelaksanaan pekerjaan fisik.

Baca Juga :  Sejak Awal Menjabat, Ikbar-Abuhaera Konsisten Perjuangkan Normalisasi Tegangan Listrik Konut

“Sejumlah rekanan ini menyampaikan kekesalan dan kehawatiran mereka tentang pekerjaan yang mereka saat ini sedang kerjakan (berjalan). Pasalnya, hingga sampai saat ini pihak Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) belum juga merealisasikan anggaran uang muka atau modal kerja awal sesuai ketentuan kontrak,” Ungkap Karmin, Rabu (10/08/2022).

Munurut Karmin, dana PEN diberikan guna membantu masyarakat yang terimbas PSBB, yakni lewat seperangkat perlindungan sosial yang baru, seperti program keluarga harapan, kartu sembako, listrik gratis untuk pelanggan 450 watt dan subsidi listrik 50% pada pelanggan 900 watt.

Ketua DPW LIRA Sultra, Karmin, SH (Tengah). (*Ist)

“Selain penanganan krisis kesehatan, Pemerintah juga menjalankan program PEN sebagai respon atas penurunan aktivitas masyarakat yang berdampak pada ekonomi, khususnya sektor informal atau UMKM. Untuk UMKM, program PEN diharapkan dapat ‘memperpanjang nafas’ UMKM berkontribusi pada perekonomian Indonesia,” Jelasnya.

Baca Juga :  Ikbar Blak-blakan Tekanan Fiskal dan Ancaman Bencana Konawe Utara di Hadapan BPKP Sultra

Gubernur LIRA Sultra itu juga menjelaskan, bahwa salah satu perusahaan pemegang kontrak pekerjaan kontruksi gedung juga menyampaikan kekesalannya pada DPW LIRA Sultra.

“Mereka sudah mulai ragu dengan tidak adanya kejelasan tentang dana PEN, karena menduga jangan sampai mereka kerja pada akhirnya juga tidak bisa dibayarkan karena ketidakjelasan pihak keuangan dalam memberikan informasi kapan bisa di cairkan uang muka atau modal kerja,” Cetus Karmin.

“Kepala BPKAD Konsel, Najamuddin ketika di hubungi via telepon selulernya, beberapa kali untuk menkonfirmasi apa yang jadi keluhan para kontraktaktor namun tak mau berkomunikasi,” paparnya.

DPW LIRA Sultra dan DPD LIRA Konsel meminta Bupati Konsel bertanggungjawab anggaran dana PEN Konsel Rp 250 Miliar, hingga sampai saat ini belum direalisasikan pencairannya.

Baca Juga :  LIRA Sultra Desak Gakkum LLAJ Tindak Tegas Truk ODOL PT St. Nickel Resources

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga, Sapriadi, ketika dihubungi vie telpon, membenar adanya keterlambatan proses anggaran PEN. Selaku pihak teknis kegiatan sudah memenuhi semua syarat-syarat tentang anggaran dana PEN.

“Bahkan beberapa Kontraktor sudah mengajukan surat resmi untuk meminta pihak kami, dalam hal pihak pertama dalam kontrak agar proses pekerjaan dulu dihentikan mengingat ketidak jelasaanya tentang dana PEN,” Jelas Sapriadi.

Sapriadi memberikan tanggapan pada DPW LIRA bahwa keluahan para rekanan (Kontraktor) sudah diteruskan ke BPKAD Konsel. Namun hingga saat ini belum ada jawaban apa yang menjadi kendala anggaran dana PEN. (**)


Laporan : Muhammad Sahrul

 

 

Follow WhatsApp Channel kroscek.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Renang Muda Konawe Utara Ardina Nurul Fauziah Borong 4 Emas dan 2 Perak di Akuatik Sprint Challenge 2026
Tanah Sengketa di Jantung Kota Kolaka Disorot: Diduga Jadi Arena Sabung Ayam hingga Peredaran Narkoba
UMKM Naik Kelas, PT MLP melalui Program SEHATI Dorong Produk Lokal Tembus Ritel Modern
LIRA Sultra Desak Gakkum LLAJ Tindak Tegas Truk ODOL PT St. Nickel Resources
Kolaborasi PT Bumi Konawe Minerina dan Warga Mowundo Jaga Kelestarian Pantai Watiwa
Sensus Ekonomi 2026 Langkah Strategis Memotret Kondisi Riil Perekonomian Konawe Utara
Merawat Ingatan, Menghidupkan Nilai Penghormatan dan Jati Diri Leluhur Adat Tolaki
Ikbar Blak-blakan Tekanan Fiskal dan Ancaman Bencana Konawe Utara di Hadapan BPKP Sultra

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:29 WITA

Atlet Renang Muda Konawe Utara Ardina Nurul Fauziah Borong 4 Emas dan 2 Perak di Akuatik Sprint Challenge 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:59 WITA

Tanah Sengketa di Jantung Kota Kolaka Disorot: Diduga Jadi Arena Sabung Ayam hingga Peredaran Narkoba

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:37 WITA

UMKM Naik Kelas, PT MLP melalui Program SEHATI Dorong Produk Lokal Tembus Ritel Modern

Senin, 22 Juni 2026 - 14:23 WITA

LIRA Sultra Desak Gakkum LLAJ Tindak Tegas Truk ODOL PT St. Nickel Resources

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:39 WITA

Kolaborasi PT Bumi Konawe Minerina dan Warga Mowundo Jaga Kelestarian Pantai Watiwa

Berita Terbaru

error: Dilarang Copy Paste!