Aparatur Desa Lulus PPPK, Wajib Mengundurkan Diri!

- Redaksi

Sabtu, 18 Januari 2025 - 10:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Konawe Utara, Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN Eng.

Bupati Konawe Utara, Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN Eng.

Konawe Utara, Kroscek.co.id – Surat edaran Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) Nomor 400.10/73/Tahun 2025 yang melarang kepala desa, perangkat desa, dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merangkap jabatan sebagai ASN PPPK memang menjadi perhatian serius.

Keputusan tersebut memberikan dua pilihan yang saat ini menduduki kedua jabatan sekaligus, yaitu memilih tetap menjabat di posisi pemerintahan desa atau sebagai ASN PPPK.

“Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan tidak adanya rangkap jabatan yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dan untuk meningkatkan profesionalisme dalam penyelenggaraan pemerintahan,” Jelas Bupati Konawe Utara, H. Ruksamin kepada Kroscek.co.id. Sabtu, (18/01/2024).

Meskipun menimbulkan dilema bagi beberapa pihak, diharapkan keputusan ini dapat membawa dampak positif bagi tata kelola pemerintahan di Kabupaten Konawe Utara.

Surat edaran ini, ditandatangani oleh Bupati Ruksamin pada 8 Januari 2025, menegaskan bahwa individu yang telah menjadi atau dinyatakan lulus sebagai ASN PPPK harus segera menyampaikan surat pengunduran diri dari jabatan di pemerintahan desa kepada Bupati Konawe Utara, atau sebaliknya, mengundurkan diri dari status ASN PPPK kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPPK).

Baca Juga :  Skor 4,32 Kategori A-, Konawe Utara Teratas di Sultra dalam Pelayanan Publik Sangat Baik

Alasan Kebijakan tertuang :

1. Menghindari Konflik Kepentingan: Dualisme jabatan dinilai dapat menyebabkan konflik kepentingan, terutama dalam pelaksanaan tugas pemerintahan desa dan kewajiban sebagai ASN PPPK.

2. Optimalisasi Kinerja: Dengan fokus pada satu jabatan, diharapkan individu yang bersangkutan dapat menjalankan tugasnya lebih maksimal tanpa terbagi perhatian.

3. Penegakan Aturan: Kebijakan ini kemungkinan didasarkan pada regulasi yang mengatur pelarangan rangkap jabatan demi menjaga profesionalitas dan integritas di sektor pemerintahan.

Baca Juga :  Pemkab Konut Gandeng LPPM UHO Rancang RSUD PHTC Type C Layanan Kesehatan Modern

Dampak Kebijakan:

1. Reaksi ASN PPPK: Kebijakan ini memicu ketidakpuasan, terutama bagi mereka yang merasa telah berkontribusi di kedua posisi.

2. Desa Kekurangan SDM: Jika banyak kepala desa atau perangkat desa memilih menjadi ASN PPPK, desa berpotensi kekurangan tenaga yang berpengalaman.

3. Stabilitas Pemerintahan: Dalam jangka pendek, perubahan ini dapat mengganggu stabilitas dan kelancaran pemerintahan desa.

Tanggapan dan Solusi :

1. Sosialisasi: Pemerintah menjelaskan secara rinci alasan kebijakan tersebut agar dapat diterima oleh masyarakat dan pihak terkait.

2. Alternatif Karier: Bagi mereka yang memilih keluar dari pemerintahan desa, pemerintah dapat memberikan pembekalan atau pelatihan untuk memaksimalkan karier sebagai ASN PPPK.

3. Penyesuaian Transisi: Pemerintah perlu memastikan bahwa pergantian jabatan di pemerintahan desa berjalan lancar untuk mencegah kekosongan struktural.

Baca Juga :  Anggota DPRD Konut, Abd Halim Ingatkan Organisasi Buruh: Taat Aturan, Jangan Ganggu Investasi

Kebijakan ini bertujuan meningkatkan profesionalitas pemerintahan, namun pelaksanaannya membutuhkan strategi yang baik agar tidak menimbulkan gejolak sosial. (**)


Laporan : Muh Sahrul

Berita Terkait

Ultimatum Disiplin PPPK Paruh Waktu, Kadis Perpustakaan Konut: Setahun tahap Evaluasi
Bupati Ikbar Tegaskan Kawal Korban Bencana Puting Beliung Sampai Pulih
Gerak Cepat Bupati Ikbar: Hitungan Jam, Bantuan Puting Beliung Langsung Tiba di Lokasi
Skor 4,32 Kategori A-, Konawe Utara Teratas di Sultra dalam Pelayanan Publik Sangat Baik
Ikbar Pastikan Teknopark Konasara Tetap Jalan: Masuk Perkada 2026 Saat DBH Turun
CBD Konasara Tuntas, Nasib Teknopark Menunggu Kebijakan Keuangan Pusat
Usai Pecat 17 ASN, Sekda Konawe Utara: Disiplin ASN Harga Mati, Tak Ada Toleransi
Bupati Konawe Utara ke Layar Film Lokal, Ikbar Pemimpin Progresif Tanpa Sekat

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:40 WITA

Ultimatum Disiplin PPPK Paruh Waktu, Kadis Perpustakaan Konut: Setahun tahap Evaluasi

Senin, 12 Januari 2026 - 21:22 WITA

Bupati Ikbar Tegaskan Kawal Korban Bencana Puting Beliung Sampai Pulih

Senin, 12 Januari 2026 - 19:50 WITA

Gerak Cepat Bupati Ikbar: Hitungan Jam, Bantuan Puting Beliung Langsung Tiba di Lokasi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 16:06 WITA

Skor 4,32 Kategori A-, Konawe Utara Teratas di Sultra dalam Pelayanan Publik Sangat Baik

Sabtu, 10 Januari 2026 - 14:27 WITA

Ikbar Pastikan Teknopark Konasara Tetap Jalan: Masuk Perkada 2026 Saat DBH Turun

Berita Terbaru

error: Dilarang Copy Paste!